Kalteng Berpeluang Besar Jadi Ibu Kota Negara

“Prioritaskan Penyiapan SDM”

Dr Alue Dohong

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Tengah (Kalteng), terus bergulir. Beberapa kali seminar nasional dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait. Namun demikian, yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan warga Kalteng sendiri mengantisipasi berbagai hal menyusul pemindahan ibu kota negara tersebut.

Terkait hal itu, Deputi Konstruksi Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut, Dr Alue Dohong, mengingatkan, penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci supaya masyarakat Kalteng khususnya warga Dayak, tidak termarjinalisasi karena kalah bersaing, kalah peluang dan lain sebagainya.

“Salah satu yang sangat penting kita siapkan adalah bagaimana SDM yang kuat, memiliki kapasitas dan kualifikasi yang bagus,” kata Alue Dohong kepada uprjayaraya.com di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Secara umum, lanjutnya, kalau memang ibu kota negara dipindahkan ke Kalteng, maka bisa menjadi peluang yang sangat besar. Karena masyarakat Kalteng akan terlibat dalam pembangunan, dalam ekonomi dan lain sebagainya.

Tetapi, ingatnya lagi, kalau kita tidak menyiapkan diri, bisa jadi malah menimbulkan dampak-dampak yang tidak bagus, yaitu kita kalah dalam persaingan, dan bahkan termarjinalisasi.
Karena nanti akan masuk orang-orang berkualitas ke Kalteng, berkompetisi secara terbuka dengan berbagai macam disiplin ilmu.

“Yang jelas kalau ibu kota negara dipindah, tidak mungkin hanya setahun dua tahun selesai. Tapi perlu waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Dalam tahun-tahun itu kita harus terus mempersiapkan diri,” imbuh Alue Dohong.

Disinggung mengenai rival Kalteng yakni Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menurut Alue Dohong, dari berita-berita yang dia dapat, ketersediaan lahan di Kaltim terbatas. Karena lokasi yang diusulkan adalah kawasan Bukit Soeharto, dan itu kawasan hutan lindung. Luasan yang ditawarkan juga tidak sampai 80 ribu hektar. Padahal untuk pengembangan ibu kota negara, butuh waktu puluhan tahun.

“Jadi saya pikir, Kalteng tetap prioritas utama dan berpeluang besar, ketersediaan lahannya bagus, posisi berada di tengah-tengah Indonesia. Kemudian, Kalteng juga dilindungi oleh dua ekosistem unik, di bagian utara lahan gambut dan di selatan hutan rawa hujan,” terangnya.(mz/red)

Berita Terkait