Kalteng Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Ir Hj Sunarti MM

PALANGKA RAYA – Sebagaimana diketahui Pemerintah Pusat kini telah menyiapkan Provinsi Kalteng menjadi lumbung pangan nasional. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah pusat telah menetapkan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yakni Food Estate.

“Food Estate merupakan Program Strategis Nasional sejak tahun 2016, dan baru gencar disosialisasikan pada 2018 setelah kunjungan Menteri Pertanian ke Kalteng,” terang Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kalteng, Ir Hj Sunarti MM di Palangka Raya, belum lama ini.

Di Kalteng, terdapat beberapa kabupaten/kota yang akan dijadikan lokasi pengembangan Food Estate tersebut. Sedangkan komoditas yang menjadi unggulan untuk dikembangkan, yaitu padi organik, jagung, tebu, kakao, singkong, ternak sapi, serta kawasan ekonomi khusus di Teluk Sabuai.

Adapun pembagian wilayah pengembangan sejumlah komoditas tersebut, untuk padi organik terdapat di Kabupaten Kapuas seluas 178.264 hektar (ha), dan Pulang Pisau (Pulpis) seluas 512.158 ha. Jagung, terdapat di Kabupaten Barito Utara (Barut) 50.000 ha, Pulpis 15.000 ha, Kotawaringin Barat 10.000 ha, serta kabupaten dan kota lainnya seluas 25.000 ha.

Selanjutnya untuk pengembangan tebu, terdapat di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Barut seluas 273.287 ha, kakao di Kabupaten Barut dan Barsel seluas 20.000 ha, serta singkong di Seruyan seluas 40.000 ha. Pengembangan ternak sapi, dilakukan di Kabupaten Sukamara seluas 100.000 ha, dan kawasan ekonomi khusus Teluk Sabuai di Kobar seluas 30.000 ha.(il/mz/redaksi)

Berita Terkait