Katingan Harus Jadi Pusat Rotan Nusantara

Rotan alami hingga kini masih banyak dan melimpah di wilayah Kabupaten Katingan.

KASONGAN – Wacana pemindahan Ibu Kota Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) proaktif disambut warga Kabupaten Katingan.

Masyarakat Bumi Penyang Hinje Simpei berharap, jika nantinya Kalteng terpilih menjadi lokasi baru Ibu Kota Indonesia, maka Katingan harus menjadi pusat rotan nusantara.

“Katingan banyak memiliki sumber daya alam berupa rotan, jadi ini harus menjadi perhatian nantinya. Kebun rotan yang ada di Katingan masih cukup banyak,” ujar Lesta, warga Kasongan, Kamis (9/5).

Menurut Lesta, rotan Katingan berjaya sebelum diberlakukannya peraturan larangan ekspor ke luar negeri. “Permintaan rotan Katingan dulu besar. Namun, bertahun-tahun semenjak rotan dilarang ekspor, permintaan pasarnya menjadi kecil,” ungkapnya.

Berbanding berbalik, kata dia, pada saat kebijakan pemerintah pusat melarang ekspor rotan itu, geliat rotan Katingan hampir lumpuh total. Banyak pengusaha rotan yang hengkang dari bisnis tumbuhan dengan kulit berduri tajam itu.

“Dampak lain juga yang terasa sampai saat ini, banyak petani rotan yang enggan mengurus kebun rotannya. Malahan banyak yang mengalihkan kebun rotan menjadi lahan fungsi lainnya,” imbuhnya.

Untuk itu, ia dan sebagian masyarakat lainnya sangat mengharapkan, jika Katingan menjadi Ibu Kota Pemerintahan Indonesia, rotan dapat kembali dihidupkan. Karena masyarakat masih banyak memiliki kebun rotan dan rotan alami di hutan-hutan.

“Sejauh inikan rotan mentah dari Katingan hanya bisa dikirim ke Kota Cirebon, harganya pun tidak terlalu bagus,” cetusnya.

Pemerintah, lanjutnya, bisa saja nantinya meningkatkan fasilitas pengelolaan rotan yang ada di kawasan Desa Hampangen, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan. Pasalnya, prasarana pusat rotan di Katingan tersebut sejauh ini belum menunjukkan hasil maksimal, dalam mengembangkan rotan.

“Jika Hampangen itu dijadikan pusat rotan se Nusantara, maka hasil rotan Katingan yang banyak akan bermanfaat maksimal bagi warga. Maka hasil alam rotan Katingan bergairah digeluti petani, yang berimbas pada kesejahteraan warga pribumi,” demikian Lesta. (yfd/red)

Berita Terkait