Katingan Siap Jadi Penopang Ibu Kota Negara

Sekda Katingan, Nikodemus menyampaikan paparannya di hadapan mahasiswa di Kasongan, mengenai isu pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalteng, Jumat (12/7/2019).

KASONGAN – Kabupaten Katingan bersedia menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan ibu kota pemerintahan negara. Di antaranya, akan menopang dengan sektor pertanian mekanisasi modern, bandara internasional, sekolah dan perguruan tinggi unggulan. Kemudian, rumah sakit kelas dunia, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan sebagai lokasi pusat IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah).

Menurut Sekda Katingan, Nikodemus, untuk pertanian, Katingan sudah memiliki lahan pertanian yang luas terdapat di wilayah Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai, yang tidak dimiliki oleh Kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya. Selanjutnya, areal bandara ada dua alternatif, satu sudah ada lokasi di sebelah belakang kilometer 57 perbatasan Kota Palangka Raya sampai wilayah Kecamatan Tewang Sanggalang Garing seluas 19 ribu hektar. Opsi kedua berada di wilayah Kecamatan Mendawai.

“Wilayah Mendawai outletnya laut. Bandara bagus langsung menghadap laut, dan yang ini tidak dipunyai Palangka Raya dan Gumas. Katingan sudah ada badan jalan dari Hampagen menuju Mendawai meski di tengahnya belum nyambung, tinggal dilanjutkan,” kata Nikodemus di Kasongan, Senin (15/7/2019).

Selanjutnya, untuk Rumah Sakit Kelas Dunia juga sudah disediakan lahan. Sedangkan IPAL Komunal Terpusat, TPA dan TPU juga sudah direncanakan dengan matang.

“Karena ini akan menjadi ibu kota negara modern. Seperti IPAL ini saya minta lahan seluas 20 hektar plus anggarannya kepada Kepala Dinas Perkimtan Katingan. Luasan 120 hektar itu untuk hal seperti inilah kita pergunakan,” katanya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Sekda, Katingan memiliki kawasan konservasi destinasi hijau dengan luasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Bumi Tambun Bungai.

“40 persen lahan di Katingan untuk kawasan konservasi ini. Izin sawit hanya mencakup luasan sekitar 60 ribu hektar,” pungkasnya. (yfd/red)

Berita Terkait