Kebijakan Operasional SKNBI Disempurnakan

Kepala Perwakilan BI Kalteng Rihando didampingi sejumlah pejabat BI Kalteng, saat menyampaikan pers rilis kepada awak media, Senin (26/8/2019)

PALANGKA RAYA – Menyikapi respon atas perkembangan digitalisasi yang mengubah lanskap risiko secara signifikan, Bank Indonesia (BI) melakukan penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Penyempurnaan itu, menyikapi meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian moneter, stabilitas sistem keuangan, serta kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia telah menetapkan lima visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

“Penyempurnaan kebijakaan itu, meliputi penambahan periode settlement dana pada Layanan Transfer Dana dan penambahan periode settlement dana pada Layanan Pembayaran Reguler, dari yang sebelumnya lima kali sehari menjadi sembilan kali sehari,” jelas Kepala Perwakilan BI Kalteng Rihando, didampingi sejumlah pejabat BI Kalteng, Senin (26/8/2019).

Sembilan kali tersebut, dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB.

Tidak itu saja, percepatan Service Level Agreement (SLA) sebagai dampak penambahan periode settlement pada Layanan Transfer Dana, maka penerusan perintah transfer dana dari nasabah pengirim yang sebelumnya wajib dilakukan paling lama dua jam sejak bank melakukan pengaksepan perintah transfer dana, menjadi paling lama satu jam.

Begitu juga dengan penerusan dana kepada nasabah penerima, dilakukan paling lama dua jam sejak settlement di BI, menjadi paling lama satu jam.

Sementara percepatan SLA sebagai dampak penambahan periode settlement pada Layanan Pembayaran Reguler, dilakukan serupa dengan Layanan Transfer Dana.

Sedangkan peningkatan batas transaksi yang dapat diproses pada Layanan Transfer Dana dan Layanan Pembayaran Reguler, lanjut Rihando sebelumnya maksimal Rp500 juta menjadi maksimal Rp1 miliar per transaksi.

“Penyesuaian biaya pada Layanan Transfer Dana yang dikenakan kepada BI kepada Bank peserta SKNBI, sebelumnya sebesar Rp1.000 menjadi Rp600 per transaksi. Sama juga dengan biaya yang dikenakan Bank kepada nasabah, dari yang sebelumnya maksimal Rp5.000 menjadi Rp3.500 per transaksi,” pungkas Rihando. (il/red)

Berita Terkait