Lahan di Katingan Sangat Rawan Terbakar

Hap Baperdo

KASONGAN – Berdasarkan hasil pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan tentang kondisi parameter cuaca selama 20 hari terakhir hingga Senin (15/7), tidak pernah terjadi turun hujan di daerah setempat. Kalaupun ada, namun intensitas air yang turun tidak mencapai dua milimeter.

Kepala DLH Katingan, Hap Baperdo mengungkapkan, parameter udara yang sudah terpantau, kelembaban udara memang bervariatif dari pagi sampai sore pada kisaran 36-42 derajat celcius. Bahkan pada siang hari, suhu udara menjadi ekstrim, terjadi pada sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. Kelembaban udara pun semakin kecil, hanya berkisar 22-23 persen.

“Persentase kelembaban udara itu artinya lahan sangat kering dan sangat mudah terbakar. Pantauan cuaca kita update tiap hari. Dari parameter cuaca kita kalkulasi peringkat kebakaran lahan, status tingkat kerawanan karhutla. Ada empat kategori aman, sedang, tinggi hingga ekstrim. Meski fluktuatif, kondisi lahan di Katingan mulai mudah dan sangat mudah terbakar,” jelas Hap di Kasongan, Selasa (16/7/2019).

Jika sampai terjadi kebakaran lahan, sambung Hap, maka akan sangat sulit untuk dilakukan pemadaman dengan suhu udara yang ekstrim. Pun demikian, ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) masih aman yakni berada pada angka 50.

Terkait kondisi kerawanan itu, Hap mengimbau kepada masyarakat Katingan, agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Apalagi jika lahan tersebut lahan bergambut, seperti yang banyak terdapat di wilayah Kecamatan Mendawai, Katingan Kuala dan Kamipang, jangan sampai melakukan pembakaran lahan,” ungkapnya. (yfd/red)

Berita Terkait