Lomba Joget Peringati Hari Kartini di Katingan Tuai Respon Negatif

Suasana lomba joget saat peringatan HUT Kartini ke 140 di Gedung Salawah Kasongan, Jumat (3/5/2019).

KASONGAN – Lomba Joget yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-140 tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, mendapat kritik masyarakat. Lomba joget ini dilaksanakan di Gedung Salawah Kasongan, Jumat (3/5/2019) sore.

Respon negatif disuarakan masyarakat, karena lomba joget dianggap tidak menggambarkan nilai-nilai perjuangan pahlawan emansipasi wanita.

Tokoh masyarakat Katingan, Setia Budi, mengaku sangat menentang adanya lomba joget tersebut. Menurutnya, lomba yang diselenggarakan seharusnya sesuai dengan nilai perjuangan almarhumah Raden Ajeng Kartini.

“Lomba joget seharusnya tidak disuguhkan. Karena itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan aspek nilai yang diperjuangkan oleh Kartini,” tegas Setia Budi.

Kejadian seperti itu, kata dia, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut dan harus diberikan respon kritis agar tidak terulang lagi pada peringatan tahun selanjutnya. Pasalnya, joget itu tidak memberikan edukasi.

“Tidak ada hubungannya sama sekali lomba joget itu disandingkan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kartini. Kartini adalah pejuang hak perempuan, bukan pejoget,” cetusnya.

Ia tetap memberikan apresiasi adanya lomba lain seperti lomba kebaya yang dilaksanakan oleh panitia.

Sementara itu, pihak panitia penyelenggara peringatan HUT Kartini tingkat Kabupaten Katingan belum dapat dimintai keterangan terkait alasan melaksanakan lomba joget tersebut, untuk memeriahkan peringatan hari lahirnya pahlawan emansipasi wanita itu. (yfd/red)

Berita Terkait