Masyarakat Kalteng Diminta Bijak Sikapi Putusan MK

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Jelang Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden, seluruh masyarakat Kalteng diminta bijak menyikapi apapun putusan Hakim Konstitusi.

Tokoh Masyarakat Kalteng Dr Andrie Elia SE MSi yang juga menjabat Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (27/6/2019), menuturkan, apapun yang menjadi putusan MK atas PHPU Presiden dan Wakil Presiden, tentunya sudah dibahas secara matang oleh Hakim Konstitusi.

“Masyarakat Kalteng, khususnya civitas akademika UPR saya minta tetap tenang dan hargai apapun yang diputuskan nanti. Karena siapapun Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, tentu akan berbuat yang terbaik bagi rakyatnya,” tukasnya.

Jika masyarakat mendapat isu-isu provokatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab pasca putusan, dia juga mengimbau segera melaporkan isu tersebut kepada pihak berwajib.

“Jangan sampai kita termakan isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan kita. Dan bagi pihak yang ingin coba-coba merusak kerukunan di Bumi Tambun Bungai ini, akan berhadap dengan kami masyarakat Kalteng, khususnya Dewan Adat Dayak,” tegas Andrie Elia.

Tidak itu saja, jika masyarakat mendapati isu-isu negatif di media sosial, janganlah gampang untuk menyebarkannya. Pasalnya, isu-isu itu masih perlu diuji kebenarannya, ‘saring sebelum sharing’.

“Intinya, seluruh civitas akademika UPR dan seluruh masyarakat Kalteng wajib menjaga situasi kondusif serta ketenteraman. Ini harus dilakukan, agar situasi dalam hal aktifitas bermasyarakat dan bernegara berjalan aman damai,” tutup Andrie Elia.

Diketahui, sidang putusan sengketa Pilpres 2019 dijadwalkan MK, Kamis (27/6/2019), pukul 12.30 WIB.

Putusan MK tersebut jelas dinanti banyak kalangan, tak hanya para peserta Pilpres 2019 saja. Putusan itu bersifat final dan mengikat. Artinya, tidak ada upaya hukum yang dapat ditempuh terhadap putusan tersebut, dan berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia.(il/red)

Berita Terkait