Mei 2019 Konsumsi Masyarakat Kalteng Terindikasi Meningkat

PALANGKA RAYA – Memasuki Bulan Suci Ramadan pada Mei 2019, kondisi konsumsi masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) terindikasi adanya peningkatan. Kondisi itu, tercermin dari peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 118,17 pada April 2019, menjadi 119,58.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng, Setian, dalam rilisnya yang diterima awak media, Kamis (30/5/2019), mengungkapkan, meningkatnya IKK didorong Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) yang meningkat dari 110,33 pada April 2019, menjadi 116,67. Meningkatnya IKE tersebut, menunjukan kondisi ekonomi yang membaik di Kalteng.

Di sisi lain berdasarkan Survei Konsumen BI pada Mei 2019, IKK mengindikasikan adanya peningkatan optimisme masyarakat terhadap kegiatan konsumsinya. Angka IKK Kalteng tercatat sebesar 116,67, atau meningkat dibandingkan dengan posisi April 2019 yang tercatat sebesar 109,50.

“Peningkatan optimisme konsumsi masyarakat Kalteng di bulan Ramadhan 2019 ini, disinyalir merupakan dampak meningkatnya pendapatan seiring dengan adanya pencairan tunjangan hari raya di Mei ini. Meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kegiatan konsumsinya, tercermin dari IKE saat ini, yang tercatat menunjukan peningkatan pada Mei 2019 dari 110,33 menjadi 116,67,” tuturnya.

Sementara apabila ditelusuri lebih lanjut pada komponen penyusunnya, peningkatan terbesar terjadi pada komponen kegiatan usaha saat ini dan penghasilan saat ini. Meningkatnya kedua komponen IKE itu, mengkonfirmasi meningkatnya pendapatan masyarakat Kalteng saat bulan Ramadhan.

Kondisi tersebut, menjadi stimulus terhadap kondisi kegiatan usaha di Kalteng. Pasalnya nilai IKE di atas 100, menunjukkan optimisme masyarakat Kalteng pada kondisi ekonomi saat ini.

“Berbeda arah dengan IKE, pada Mei 2019 Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) menunjukkan penurunan. IEK pada Mei 2019 tercatat sebesar 122,50, atau lebih rendah dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yang berada pada angka 126,00. Berdasarkan komponennya, penurunan terdalam terjadi pada komponen perkiraan ketersediaan lapangan kerja mendatang,” terangnya.

Setian menambahkan, kendati nilai IEK berada di atas 100 menunjukkan optimisme masyarakat yang tetap kuat, namun penurunan nilai IEK mengindikasikan sedikit melemahnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi beberapa bulan ke depan. Sehingga hal itu sejalan dengan tren historis, ekonomi Kalteng akan mengalami normalisasi pasca Ramadan dan Idul Fitri.

“Kecenderungan masyarakat untuk menahan aktivitas konsumsinya, dan lebih memilih untuk menabung pasca hari raya akan menahan ekonomi Kalteng untuk tumbuh lebih tinggi pasca Ramadan,” tutup Setian. (il/red)

Berita Terkait