Nilai Aset Pemkab Katingan Bertambah

Pemkab Katingan mendapat aset naru berupa bus untuk pelajar di Kasongan yang secara simbolis diserahkan kepada Bupati Katingan Sakariyas, belum lama ini.

KASONGAN – Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, nilai aset pemerintah kabupaten setempat hingga tahun anggaran 2018 bertambah.

Berdasarkan posisi neraca hingga akhir tahun 2018, jumlah aset sebesar Rp3,161 triliun lebih. Terdiri atas aset lancar sebesar Rp112,369 miliar lebih, investasi jangka panjang Rp49 miliar lebih, aset tetap Rp2,786 triliun lebih dan aset lainnya Rp212,841 miliar lebih.

Dari neraca itu, jelas Bupati, terjadi kenaikan sebesar Rp448,4 miliar lebih dibandingkan dengan jumlah aset pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,712 triliun lebih.

“Kenaikan nilai aset tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan nilai aset tetap, berupa penambahan aset akibat perlakuan penyesuaian masa manfaat sesuai dengan Standar Prosedur Akuntansi Pemerintahan (SPAP) yang berlaku,” kata Sakariyas di Kasongan, Jumat (28/6/2019).

Kemudian, lanjut Bupati, terkait jumlah kewajiban Pemerintah Kabupaten Katingan pada tahun yang sama sebesar Rp7,9 miliar lebih. Jumlah ini menunjukkan terjadi kenaikan sebesar Rp3,647 miliar dibanding tahun 2017.

Angka itu bersumber dari kewajiban jangka pendek yaitu sisa perhitungan pihak ketiga, pendapatan, tagihan uang jasa jaspel non kapitasi Puskesmas pada Dinas Kesehatan serta utang sertifikasi dan tunjangan guru tahun 2018 pada Dinas Pendidikan, yang mana dalam laporan keuangan pemerintah daerah juga harus dilunasi di tahun 2019.

“Kewajiban itu juga bersumber dari pendapatan diterima di muka dan utang beban pada laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berupa utang beban pegawai dan utang beban barang dan jasa serta pengakuan utang atas Jaminan Persalinan Nasional (Jampersal),” jelas Sakariyas.

Orang nomor satu di Bumi Penyang Hinje Simpei itu menyimpulkan, ekuitas atau kekayaan bersih pemerintah daerah pada neraca tahun 2018 sebesar Rp3,153 triliun lebih, atau meningkat sebesar Rp444 miliar lebih dibandingkan tahun sebelumnya. (yfd/red)

Berita Terkait