Penempatan Guru Berkualitas Harus Merata

Dr H Suriansyah Murhaini SH MH

PALANGKA RAYA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan slogan ‘SDM Unggul Indonesia Maju’, dalam dunia pendidikan hendaklah dimaknai sebagai pendorong semangat untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, baik dari sisi pengajaran dan pembinaan, sarana dan prasarana, maupun para tenaga pendidik (guru).

Terkait hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalteng, Dr H Suriansyah Murhaini SH MH, menginginkan Pemerintah Daerah memperhatikan pemerataan pendidikan. Artinya, semua sekolah di daerah ini harus mendapatkan perlakukan sama. Salah satunya, penempatan guru-guru berkualitas di sekolah-sekolah yang masih perlu pembinaan.

“Tujuannya agar kualitas pendidikan bisa merata. Untuk itu, dalam mendistribusikan guru guru, Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota bisa menyebarkan guru-guru yang berkualitas itu, lebih merata sampai ke desa-desa. Tidak hanya menumpuk di perkotaan saja,” kata Surianyah kepada uprjayaraya.com, Senin (19/8/2019).

Ditambahkan, kalau penempatan guru berkualitas tidak merata, maka sampai kapanpun akan tetap ada kesenjangan pendidikan antara sekolah di perkotaan dengan sekolah di desa-desa di Kalteng ini.

Wakil Rektor Universitas Palangka Raya Bidang Umum dan Keuangan ini mengakui, banyak guru yang tidak mau ditempatkan di daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten/kota atau ibu kota kecamatan. Padahal sesuai dengan janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), siap ditempatkan di mana saja. Hal itu hendaknya direalisasikan, dan dalam hal ini yang paling berperan adalah Pemerintah Daerah melalui instansi terkait.

Di samping itu, kesejahteraan guru-guru yang bertugas di desa-desa, daerah pedalaman dan desa terpencil, tidak boleh diabaikan. Seperti tunjangan dan atau insentif untuk guru-guru yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan. Kesejahteraan mereka harus betul-betul diperhatikan, dan kalau bisa ditingkatkan lagi oleh pemerintah daerah.

“Jangan sampai dilematis. Di mana kita konsen meningkatkan kualitas pendidikan, tapi kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Jangan sampai itu yang terjadi. Karena peningkatan kualitas harus beriringan pula dengan peningkatan kesejahteraan,” imbuhnya.

Dengan adanya peningkatan kesejahteraan, ungkap Suriansyah, maka guru-guru yang ditempatkan di desa-desa bisa lebih konsentrasi melaksanakan tugas-tugasnya dalam mengajar dan membina peserta didik.(mz/red)

 

Berita Terkait