Penggunaan SAB Hasil Tambang akan Diperketat

Ermal Subhan

PALANGKA RAYA – Realisasi royalti tambang di Kalteng per 31 Desember 2018 mencapai Rp2,063 triliun atau sudah melampaui target.

Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Ermal Subhan, jika petugasnya mau bekerja lebih keras dan ketat menagihnya, maka hasilnya juga akan maksimal. Namun, upaya tersebut dihadapkan dengan sejumlah kendala.

“Pengawasan terhadap pengangkutan hasil tambang akan lebih diperketat, dari sementara ini Pos Pantau berada di Pasar Panas dan Rangga Ilung, ke depan akan didirikan lagi di tempat-tempat lainnya,” ungkap Ermal di Palangka Raya, baru-baru ini.

Dengan demikian, lanjutnya, maka pengawasan di jalur-jalur lintasan pengangkut hasil tambang dapat diperketat lagi.

Hasil tambang batubara kini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah Kalteng yang sangat signifikan.

Begitu juga dengan penggunaan Surat Asal Barang (SAB) untuk pengangkutan hasil tambang, akan lebih diperketat. Saat ini SAB didesain dengan menggunakan barcode dan batasan waktunya selama tujuh hari. Apabila sudah berakhir masa berlakunya, maka SAB itu tidak bisa digunakan lagi dan harus mengurus yang baru.

“Melihat keberhasilan di 2018 kemarin, di 2019 ini kami menargetkan realisasi royalti di sektor pertambangan juga bisa tembus di angka Rp2 triliun lebih. Tapi dengan catatan, harganya bagus dan cuaca juga bagus, sehingga proses pengangkutan hasil tambang ini bisa lancar,” jelas Ermal.(il/redaksi)

Berita Terkait