Perluasan Lahan Bukan Jaminan Terpenuhinya Kebutuhan “Babe”

Kebutuhan Kalteng akan bawang merah dan cabe, sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalteng sedang berupaya memperluas lahan pertanian untuk penanaman bawang merah dan cabe (babe). Upaya itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan lokal Kalteng akan dua komoditas tersebut.

Sebagaimana diketahui, hingga kini pemenuhan masyarakat Kalteng akan bawang merah dan cabe, masih sangat kurang yakni hanya 20 persen. Sehingga selebihnya (80 persen) harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Namun, menurut Jenta, anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, kendati perluasan areal tanam dilakukan, bukan jaminan untuk tidak mengalami inflasi.

“Pasalnya, seperti di Pulau Jawa, meski luasan lahan dan hasil produksinya melimpah, inflasi masih tetap saja terjadi,” kata Jenta di Palangka Raya, kemarin.

Penyebabnya, karena ada kebijakan pasar bebas. Sehingga perdagangan dapat dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun luar daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng ini menambahkan, kebutuhan bawang merah di Kalteng yaitu 6-8 ton per hari, sementara cabe sebanyak 4-6 kwintal per hari. Namun, jumlah tersebut selalu berubah tergantung kondisi pasar maupun kebutuhan masyarakat. Apalagi menjelang hari besar keagamaan, tentu akan terjadi peningkatan.(redaksi)

Berita Terkait