SAB Antisipasi Kebocoran Royalti

H Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA – Setiap pengangkutan hasil tambang keluar wilayah Provinsi Kalteng, wajib dilengkapi dengan Surat Asal Barang (SAB). Dengan adanya SAB, diharapkan tidak akan terjadi kebocoran pembayaran royalti.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menuturkan, dengan menggunakan SAB maka pengawasan terhadap pendapatan sektor pertambangan sudah maksimal. Karena dengan SAB, tidak mungkin lagi dapat mengangkut hasil tambang lebih dari satu kali.

“Beberapa tahun belakangan royalti sektor pertambangan terus mengalami kenaikan. Sejak awal saya menjabat, royalti sektor pertambangan itu berada di angka sekitar Rp400 miliar lebih, dan terakhir pada 2018 naik signifikan hingga tembus di angka Rp2 triliun lebih,” ujar Sugianto di Palangka Raya, belum lama ini.

Akan tetapi, lanjut Gubernur, royalti sektor pertambangan ini bersifat bagi hasil. Dari bagi hasil tersebut, Pemprov Kalteng hanya mendapat sebesar 16 persen. Sedangkan yang mendapatkan pembagian terbesar adalah kabupaten dan kota penghasil.

“Saya berharap, Pemerintah Kabupaten dan Kota dapat terus memaksimalkan pendapatan royalti sektor pertambangan di daerahnya masing-masing. Karena yang akan menikmati hasilnya, ya daerah itu sendiri sebagai penghasil,” ungkapnya.(il/redaksi)

Berita Terkait