Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru Perlu Dievaluasi

Dr H Suriansyah Murhaimi SH MH

PALANGKA RAYA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai mitra pemerintah selalu berupaya menyuarakan terutama persoalan-persoalan guru, dan juga kebijakan-kebijakan pemerintah yang dirasa kurang tepat dalam bidang pendidikan. Seperti persoalan zonasi dalam penerimaan siswa baru, PGRI minta untuk dievaluasi. Karena banyak permasalahan yang muncul dengan penerapan sistem zonasi tersebut.

Ketua PGRI Provinsi Kalteng Dr H Suriansyah Murhaimi SH MH mengatakan, penerapan sistem zonasi justru malah membatasi minat siswa dan juga orang tuanya untuk memilih sekolah yang diinginkan.

“Salah satu persoalan yang muncul dengan sistem zonasi ini, misalnya di suatu wilayah zonasi itu tidak ada sekolah kejuruan, yang ada hanya sekolah umum. Karena sistem zonasi, maka terpaksa siswa di wilayah itu masuk ke sekolah umum, padahal dia sangat berminat di kejuruan. Jadi sistem zonasi ini juga membatasi minat siswa untuk bersekolah di sekolah yang sesuai dengan minatnya,” kata Suriansyah kepada wartawan di Palangka Raya, akhir pekan kemarin.

Contoh lain, lanjut Wakil Rektor Universitas Palangka Raya Bidang Umum dan Keuangan ini, ada siswa yang potensi akademiknya bagus. Tapi di zonasinya hanya ada sekolah yang masih dalam pembenahan, baik dari segi mutu guru, kedisiplinan, sarana dan prasarana maupun hal lainnya. Kalau siswa tersebut terpaksa masuk ke sekolah itu, bukan tambah pintar tapi bisa malah sebaliknya.

“Memilih sekolah itu adalah hak seseorang atau hak orang tua untuk menentukan sekolah yang dianggap baik bagi anak-anaknya,” tegas Suriansyah.

Untuk di Provinsi Kalteng khususnya dan Kalimantan secara umum, ungkapnya, kondisi sekolah tidak merata. Berbeda dengan sekolah maupun tenaga pengajar di Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa. Sehingga, sistem zonasi ini dianggap masih belum tepat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Perlu pemetaan secara menyeluruh, agar kebijakan itu tidak malah membatasi minat siswa dan juga orang tuanya, untuk mendapatkan sekolah yang diinginkan. Karena itu, sistem zonasi sekolah dalam penerimaan siswa baru memang perlu dievaluasi,” harap Suriansyah.(mz/red)

Berita Terkait