UPR Ikuti Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dan Sekda Kalteng Fahrizal Fitri berfoto saat menghadiri Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Pemerintahan RI di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

PALANGKA RAYA – Pemindahan Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia (RI) ke luar Pulau Jawa semakin serius dilakukan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahkan menyelenggarakan Dialog Nasional ke II tentang Pemindahan Ibu Kota Negara, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Provinsi Kalimantan Tengah digadang-gadangkan sebagai kandidat kuat lokasi calon ibu kota pemerintahan yang baru.

Selain pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran UPR sangat penting dalam kajian dan perumusan rencana pemindahan ibu kota negara.

Selain sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar dan tertua di Provinsi Kalteng, UPR menjadi bagian dari Tim Kajian Rencana Pemindahan Ibu Kota Pemerintahan RI.

Rektor UPR Dr Andri Elia SE MSi mengatakan, dialog nasional tersebut dihadiri berbagai pakar dan pemangku kebijakan. Kegiatan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan berbagai hal yang harus dipersiapkan untuk menyambut ibu kota negara yang baru.

“UPR turut hadir dalam dialog nasional tersebut, dengan membawa kontribusi pemikiran yang konstruktif dalam rencana pemindahan Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia yang baru,” kata Andrie Elia.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berharap kepada pihak yang terlibat saat dialog nasional tersebut, dapat menguasai data maupun kondisi Kalteng.

Menurut Gubernur, dengan data yang valid dan konkrit serta menjabarkan semua kelebihan dan kekurangan Kalteng, itu dapat menjadi pertimbangan kuat Kalteng sebagai tempat ibu kota.

“Data yang disajikan ini nanti pertimbangan dalam pemindahan ibu kota ke Kalteng. Jadi ini harus benar-benar akurat dan valid,” kata dia.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng menyediakan lahan untuk lokasi ibu kota pemerintahan. Lokasi tersebut disebut segi tiga emas.

Lokasi lahan berada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas. Luas lahan yang dipersiapkan mencapai 300 ribu hektar. (yfd/red)

Berita Terkait