Warga Pendatang di Kotim Diminta Melapor ke Perangkat Desa

Rimbun ST

SAMPIT – Pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, bisa diprediksikan bakal banyak warga pendatang dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kedatangan mereka umumnya guna mencari pekerjaan di perkebunan kelapa sawit yang banyak tersebar di wilayah Kotim.

Terkait hal itu, para pendatang diminta supaya melapor kepada Kepala Desa (Kades) hingga RT/RW setempat.

“Saya harap kepada warga pendatang yang ingin mencari pekerjaan di Sampit dan sekitarnya, supaya taat terhadap aturan administrasi kependudukan yaitu melaporkan diri kepada kepada perangkat desa hingga RT dan RW setempat,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kotim Rimbun ST di Sampit, Senin (10/6/2019).

Dia juga mengingatkan pentingnya warga pendatang melaporkan diri pada Ketua RT apabila pindah ke suatu wilayah. Tujuannya untuk memudahkan mendata apabila terjadi sesuatu hal seperti kematian, kecelakaan dan lain sebagainya. Di mana selama ini banyak warga yang masih kurang kesadarannya untuk melaporkan diri apabila pindah ke suatu wilayah. Padahal semua itu wajib dilakukan agar Ketua RT setempat bisa memberikan Surat Keterangan Tinggal (domisili) untuk memudahkan melacak tempat tinggalnya sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Arus balik kini sudah terjadi. Bakal banyak pencari kerja yang datang ke Kotim, misalnya dari Pulau Jawa yang ikut bersama keluarganya. Itu mereka wajibkan diri melapor kepada RT setempat. Kepada pihak perusahan, kami juga mengimbau agar jangan sampai menerima karyawan secara ilegal, harus memiliki identitas yang jelas. Misalkan KTP-nya dari luar daerah, paling tidak punya keterangan berdomisi saja,” ujar Rimbun.(mz/red)

Berita Terkait