Wartawan Kalteng Rencanakan Aksi Damai di Pengadilan

Sadagori H Binti

PALANGKA RAYA – Persidangan perkara hukum menyangkut pemberitaan yang ditulis jurnalis Yundhi Satrya dan Arliandie, terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya. Seiring itu, sejumlah insan pers di Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana menggelar aksi damai, Junat (26/7/2019).

“Permohonan izin rencana aksi sudah kami sampaikan ke pihak Kepolisian dengan tembusan Ketua PN Palangka Raya. Dalam aksi nanti, kami meminta seluruh perangkat hukum menerapkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dalam menangani perkara ini,” ujar Koordinator rencana aksi Sadagori H Binti, kepada wartawan, di Balai Wartawan Palangka Raya, Rabu (24/6).

Menurut jurnalis senior Liputan 6 SCTV Kalteng ini, aksi damai itu digelar sebagai dukungan moril kepada insan pers yang karya jurnalistiknya diperkarakan di hadapan hukum. Selain itu, aksi yang dilakukan merupakan bentuk penolakan insan pers Kalteng atas proses peradilan terhadap karya jurnalistik menggunakan pasal-pasal dalam KUHP dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Seharusnya diselesaikan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sebenarnya, telah ditandatangani bersama Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Pers, Polri, dan Kejaksaan RI dengan kesepakatan bahwa setiap perkara menyangkut pemberitaan wartawan harus mengacu pada UU Pers,” tutur mantan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng itu.

Lebih lanjut Ririn menambahkan, dalam penerapannya jika terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan atas suatu pemberitaan, maka pihak tersebut perlu meminta rekomendasi dari Dewan Pers, apakah berita dimaksud telah memenuhi kriteria sebagai produk jurnalistik atau belum.

“Jika Dewan Pers menyatakan pemberitaan tersebut bukan produk jurnalistik, baru bisa didaftarkan dalam tuntutan hukum pidana di luar UU Pers,” tandasnya.

Sidang dengan obyek perkara artikel yang ditulis Yundhi dan Arliandie, telah memasuki agenda penyampaian pembelaan (pledoi) di PN Palangka Raya, Rabu (24/7/2019). Jalannya sidang tersebut dihadiri tokoh pers H Sutransyah, Ketua PWI terpilih HM Haris Sadikin, dan sejumlah wartawan media cetak, elektronik, dan online. (il/red)

Berita Terkait