141 Orang Berebut 77 Formasi CPNS di UPR

Peserta tes CPNS lingkungan Universitas Palangka Raya, nampak serius mengerjakan soal yang disiapkan panitia, ketika mengikuti pelaksanaan tes di gedung Pascasarjana UPR, Kamis (13/12).

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) membuka seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pelaksanaan tes dimulai Kamis (13/12), mengambil lokasi di dua tempat berbeda. Untuk pelaksanaan tes tertulis dilaksanakan di gedung Psacasarajana UPR, diikuti 139 orang. Sedangkan sisanya 2 orang mengikuti tes berbasis komputer di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Tes sendiri dilaksanakan selama 3 hari, diikuti 141 orang peserta memperebutkan 77 formasi yang disiapkan. Tes dilakukan tiga tahapan, pertama tertulis, kedua mikro teaching, dan ketiga wawancara. Tes tertulis dilaksanakan, Kamis (13/12). Dilanjutkan mikro teaching pada Jumat (14/12), dan Sabtu (15/12), untuk wawancaran.

Ketua Panitia Seleksi CPNS UPR Iring menjelaskan, pihaknya hanya sebagai penyelenggara tes. Hasilnya nanti akan diserahkan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Risetdikti). Setelah usai pelaksanaan tes tiga tahap, panitia akan segera mengirimkan hasilnya ke kementerian.

“Kami hanya penyelenggara. Apapun hasilnya, nanti Kemenristekdikti yang menentukan. Formasi yang diajukan, sesuai kebutuhan di UPR,” ungkap Iring, Kamis (13/12), di gedung Pascasarajana UPR.

Penerimaan CPNS di lingkungan UPR sendiri, jelasnya, disesuaikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Peserta yang lulus, akan di tempatkan di Fakultas, sesuai dengan lamaran yang dimasukkan. Pendaftaran dibuka untuk umum, dengan sistem online. Peserta mengirimkan berkas lamaran langsung ke Kemenristekdikti.

Pelaksanaan tes di Pascasarjana, kata Iring, memang tidak berbasis komputer. Itu sesuai dengan arahan dari Kemenristekdikti. Karena menyesuaikan pula dengan ketersediaan peralatan yang ada di lokasi. Hasilnya sendiri, baru akan diketahui setelah semua hasil jawaban peserta dikirimkan ke Kemenriatekdikti.

“Jadi apapu hasilnya, kita terima. Tentu itu menyesuaikan dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki peserta,” ungkap Iring.

Sementara selama pelaksanaan tes, peserta nampak serius mengerjakan soal yang diberikan panitia. Tes sendiri langsung di pantau Wakil Rektor II Prof Sidauruk. Suasana selama pelaksanaan tes sendiri, berlangsung senyap. Karena memang tidak ada perkuliahan di Pascasarajana selama pelaksanaan tes.

Pelaksanaan tes mikro teaching rencana akan digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas MIPA, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Fisip, dan Fakultas FKIP. Sedangkan untuk tes wawancara akan dilaksanakan di gedung rektoran UPR lantai 2.(redaksi)

Berita Terkait