MPA Ujung Tombak Pemadaman Karhutla

Dr Ir Aswin Usup MSc

PALANGKA RAYA – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Ir Aswin Usup MSc, menyebut Masyarakat Peduli Api (MPA) merupakan ujung tombak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepada uprjayaraya.com, Aswin Usup mengungkapkan, ada sejumlah kendala yang dihadapi MPA dalam melaksanakan tugasnya. Kendala tersebut terutama masalah pendanaan untuk operasional.

“Untuk membantu pendanaan MPA, LPPM sudah mengusulkan melalui ADD (Anggaran Dana Desa) pada 2018 khusus untuk desa-desa yang bergambut, tetapi ternyata belum terealisasi. Mudah-mudahan 2019 ini semua bisa terealisasi,” tukasnya.

Sementara dalam melaksanakan pemadaman karhutla, MPA sudah dilatih dan bisa membuat sumur bor sendiri. Sehingga MPA sudah memahami kriteria sumur bor yang baik, yaitu mampu digunakan menyemprotkan air minimal enam jam, daya lontar 10 meter, debit air minimal 1,5 liter per detik, dan air tampak putih bersih.

“Selama ini strategi kita melakukan penguatan di tim lain dalam melakukan pemadaman karhutla, tetapi terbukti 15 tahun terakhir kita kebakaran terus. Artinya, ada sesuatu yang kurang pas dan harusnya tim itu berkoordinasi dengan MPA,” kata Aswin.

Apabila semua berkoordinasi dengan baik, Aswin meyakini Kalteng pada 2019 ini akan terbebas dari bencana kabut asap. Selain itu, pemerintah juga sudah harus bersiap-siap.

“Dalam memadamkan api, alangkah baiknya orang desalah yang diberdayakan,” harap Aswin. (IL/redaksi)

Berita Terkait