Pemadaman Gunakan Busa Lebih Efektif

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi bersama Presiden BEM UPR Karuna Mardiansyah, memadamkan lahan gambut yang terbakar dengan metode semprot busa, Jumat (9/8/2019).

PALANGKA RAYA – Kitso, Ahli Pemadaman Hutan dan Lahan Gambut, Universitas Palangka Raya (UPR) menyebut, pemadaman kebakaran di lahan gambut lebih efektif menggunakan busa ketimbang dengan air.

Pasalnya jika pemadaman dilakukan dengan busa, maka lubang-lubang api yang membakar dasar lahan gambut dipastikan akan mati. Sebab oksigen tidak akan masuk, dan api yang menyala akan mati.

Pria yang menempuh pendidikan untuk menangani lahan dan hutan gambut di Jepang ini, Jumat (9/8/2019), menjelaskan, bahan khusus untuk menghasilkan busa itu berasal dari ‘Sabun Dama’, yang dikirim dari Jepang.

Menurutnya, busa yang dihasilkan lebih efektif, dan daya padam untuk di bawah permukan tanah juga lebih efektif. Karena dari satu liter ‘sabun dama’, sangat efektif untuk melakukan pemadaman di lahan gambut sekitar 100 meter persegi dibanding menggunakan air biasa.

Di tempat yang sama, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, ketika turun langsung membantu pemadaman lahan di Jalan Rungan, Palangka Raya, menambahkan, pola pemadaman yang dilakukan adalah pola yang didasarkan pengetahuan para Ahli Gambut yang dimiliki UPR.

“Dengan busa ini, penggunaan air bisa lebih efektif ketimbang memadamkan yang hanya menggunakan air biasa. Sedangkan untuk membantu penyediaan air di lokasi kebakaran, telah disediakan 12 titik sumur bor,” ujarnya.

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi ‘salam kompak’ dengan sejumlah jajaran pejabat di lingkungan UPR, yang menandakan UPR siap meminimalisir terjadi kebakaran hutan dan lahan gambut di wilayah UPR.

Terpisah, Ketua Tim Satgas Karhutla UPR Suwandy SE, menuturkan, dalam melakukan pemadaman pihaknya menerjunkan personil yang terdiri dari Ahli Gambut, pegawai dari Rektorat, UPT Cimtrop, LPPM, BEM, dan Mapala semua Fakultas di lingkungan UPR.

“Selain tim dari Satgas Karhutla UPR, kami juga dibantu personil dari TNI, Polri, BNPB, serta BPBD Kalteng. Khusus dari Tim Satgas, kami menerjunkan tiga buah mesin pompa fortable dari LPPM dan UPT Cimtrop,” tukasnya.

Sementara untuk memetakan daerah rawan kebakaran di lingkungan UPR, pihaknya menggunakan teknologi drone. Dengan begitu, Tim Satgas Karhutla UPR bisa melakukan pencegahan dini terhadap kebakaran hutan dan lahan di lingkungan UPR. (il/red)

Berita Terkait