Polda Kalteng Segel Lahan Korporasi di Palangka Raya

Aparat Polda Kalteng saat menyegel lahan yang terbakar milik Korporasi PT PGK di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, untuk kepentingan penyidikan, Kamis (19/9/2019).

PALANGKA RAYA – Aparat Polda Kalteng menyegel sebuah lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalteng, Kamis (19/9/2019). Lahan milik PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK) itu rencana bakal ditanami sawit. Penyegelan itu dilakukan polisi untuk kepentingan penyidikan, guna mengungkap apakah sengaja dibakar atau memang terbakar.

Lahan yang terbakar itu luasnya mencapai 202 hektar (Ha) dari total luasan 1.000 Ha milik perusahaan tersebut.

Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Benone Jesaja Louhenapessy yang memimpin penyegelan ini mengatakan, PT PGK merupakan salah satu dari 15 korporasi yang lahan konsesinya terindikasi terbakar. Polisi melakukan olah TKP dengan mengambil beberapa sample (contoh) untuk nantinya didalami secara laboratorium.

“Setidaknya sampel itu bisa membuat kasus ini terang benderang tentang dugaan tindak pidana yang terjadi. Namun ini masih belum ditetapkan tersangka,” kata Benone kepada sejumlah wartawan yang meliput jalannya penyegelan lahan tersebut.

Di tempat sama, Kasubdit Tipiter Direskrimsus Polda Kalteng AKBP Manang Soebety menjelaskan, saat ini pihaknya mendatangkan dua saksi ahli dari KLHK untuk melihat bagaimana proses kebakaran itu terjadi. Sedangkan untuk penyidikannya, sudah berjalan sekitar satu bulan.

“Jadi setelah ini, nantinya kita lakukan gelar perkara untuk menentukan tersangkanya, baik itu pengusaha atau korporasinya,” ujar Manang.

Disebutkan, indikasi karhutla yang terjadi di lahan PT PGK itu, yakni terkait dengan kebakaran lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja atau karena kelalaian.

Sementara itu, Kepala Kebun PT PGK, Agus mengatakan, kebakaran di areal kebun kelapa sawit ini terjadi pada Bulan Agustus 2019 lalu.

“Api berasal dari luar area kebun, dan akhirnya merembet ke dalam kebun. Memang di perbatasan lahan ada sekat kanal, namun karena api terlalu besar, maka kita tidak bisa menggunakan kanal itu,” katanya.

Untuk melakukan pemadaman api, pihaknya sudah minta bantuan helikopter Waterboombing.

Sebelumnya, Direktorat Gakkum Pidana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI juga telah melakukan penyegelan terhadap sembilan perusahaan pemegang konsesi. Rinciannya, satu perusahaan di Palangka Raya, dua di Kabupaten Kapuas, satu di Kabupaten Kotawaringin Barat, empat di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan satu perusahaan di Kabupaten Katingan. Sedangkan luas areal yang disegel mencapai 2.906,8 Ha.

Dari sembilan perusahaan itu, ada dua perusahaan yang sudah ditingkatkan pada tahap penyelidikan yaitu satu perkebunan kelapa sawit dan satu konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI).(mz/red)

Berita Terkait