Presiden Serius Serukan Wacana Pemindahan Ibu Kota

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang santai di sela kegiatan buka puasa bersama kepala lembaga negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019).

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah memiliki tekad dan keseriusan untuk mewujudkan wacana pemindahan ibu kota. Pasalnya, wacana tersebut sebelumnya telah dicetuskan sejak era presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno.

“Kita serius dalam hal ini, karena sejak tiga tahun yang lalu sebetulnya telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail, baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan dari sisi lingkungan,” kata Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat buka puasa dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Kepada para pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden menjelaskan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk menjalankan wacana tersebut. Salah satunya, pemerintah sudah menyiapkan tiga alternatif daerah yang sudah menyiapkan lahannya.

“Ada yang 80.000 hektare, ada yang sudah menyiapkan 120.000 hektare, dan ada juga yang 300.000 hektare telah disediakan. Meskipun, belum kita putuskan yang mana yang ingin kita pakai,” ucap Presiden.

Menurutnya, DKI Jakarta sendiri sebagai ibu kota negara Indonesia memiliki wilayah seluas kurang lebih 66.000 hektare. Sehingga lahan yang kini sudah disiapkan di tiga alternatif daerah, dirasa sudah lebih dari cukup untuk membangun sebuah kota yang dikhususkan bagi urusan pemerintahan. Artinya, pemerintah tinggal memutuskan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menjelaskan bahwa sebaran penduduk di Indonesia saat ini terpusat hanya di Pulau Jawa. Tercatat sekitar 57 persen jumlah keseluruhan penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa, 21 persen di Pulau Sumatera. Sementara, serta sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya.

Persoalan tersebut, tentu harus mulai dipikirkan secara bersama-sama seluruh pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait. Sebagai tindaklanjut, pihaknya akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan lembaga-lembaga negara yang berkaitan.

“Pemindahan ibu kota ini akan segera kita putuskan. Tetapi sekali lagi kami akan konsultasikan tahapan-tahapan besar dengan Bapak dan Ibu sekalian. Utamanya kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan ini,” tukas Presiden. (il/red/Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media, Sekretariat Presiden)

Berita Terkait