SDN 1 Tumbang Panggo Terendam Banjir

Siswa SD Terpaksa Diliburkan

Aktivitas belajar mengajar Di SDN 1 Tumbang Panggo, Kecamatan Tasik Payawan terpaksa harus diliburkan karena banjir, Kamis (14/6/2019)

KASONGAN – Wilayah Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, hingga kini masuh dilanda banjir. Bencana ini membuat aktivitas pendidikan di wilayah tersebut jadi terhambat.

Jalan yang biasa dilalui pelajar SD, SMP dan SMA semua tergenang air. Parahnya, SDN 1 Tumbang Panggo harus diliburkan karena bangunan sekolahnya terendam air, dengan ketinggian hingga sepinggang orang dewasa. Kondisi demikian terjadi sejak Senin (10/6/2019) dan masih berlangsung hingga Jumat (14/9/2019).

Camat Tasik Payawan, Pimanto mengakui, geliat pendidikan di kecamatan yang dipimpinnya memang sedang mengalami gangguan. Pasalnya, terjangan air banjir menyulitkan pelajar menuju sekolah.

“Karena itu aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Tumbang Panggo terpaksa diliburkan,” ucapnya, Kamis (14/6).

Lokasi tempat berdirinya bangunan SDN tersebut memang rendah. Sehingga, saat banjir luapan air Sungai Katingan merendam dinding sekolah. “Ketinggian air Sudah melebihi pinggang orang dewasa, jadi tidak memungkinkan untuk menjalankan aktivitas belajar dalam ruang kelas sekolah tersebut,” ungkap Pimanto.

Pun juga dengan kondisi pendidikan di dalam Ibu Kota Kecamatan, Desa Petak Bahandang. Menurutnya memang masih bisa berjalan, meskipun bangunan sekolah sudah tergenang. Akan tetapi tidak sampai merendam dasar lantai ruang kelas.

“Menuju sekolah tidak bisa lagi naik motor. Hanya berjalan kaki saja, karena jalan banjir. Bahkan, bagi pelajar SMA dari Desa Hyang Bana dan Desa Talingke harus melewati angkutan penyeberangan untuk sampai ke sekolah,” kata Pimanto. (yfd/red)

Berita Terkait