Warga Tumbang Samba Gotong Royong Bersihkan Drainase

Pasca Banjir Dadakan

Banjir dadakan di Tumbang Samba baru-baru ini diduga akibat drainasenya tersumbat.

TUMBANG SAMBA – Warga Desa Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, secara bergotong royong membersihkan drainase di wilayah tersebut. Pasalnya, kondisi saluran dalam drainase itu banyak yang mampet alias buntu.

Pembersihan ini dilakukan warga menggunakan peralatan seadanya, seperti sekop dan cangkul untuk mengeluarkan tumpukan sampah dari dalam drainase berumur sekitar tujuh tahun itu.

“Banyak terdapat sampah dan endapan lumpur di drainase ini, yang menghambat aliran air sehingga menggenang dan meluber,” ungkap Erwin, warga Samba Danum, Rabu (22/5/2019) pagi via seluler.

Inisiatif warga tersebut perlu mendapat apresiasi. Mereka secara swadaya bergotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Apalagi saat ini desa itu dilanda banjir yang cukup besar dan aneh.

Sebab, air Sungai Katingan tidak meluap, namun malah terjadi banjir lantaran guyuran hujan lebat selama sekitar 8 jam.

“Mungkin drainase ini salah satu penyebab banjirnya. Karena kondisinya begini (tersumbat), mana bisa mengalirkan air dengan baik,” imbuhnya.

Dia berharap kepada Pemerintah Daerah setempat agar memperbaiki drainase yang ada di Tumbang Samba. Selain itu juga, warga berharap agar dilakukan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur itu.

“Jika dibangun saja tapi tidak dipelihara, kan percuma saja. Bagaimana mau berfungsi dengan benar. Semoga pemerintah memperhatikan kondisi drainase di Tumbang Samba ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan unit rumah warga di Desa Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, terendam banjir.

Air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi, menjelang waktu sahur, Selasa (21/5/2019).

Kondisi itupun membuat sibuk warga. Pasalnya, waktu menjelang santap sahur diwarnai dengan kesibukan warga mengamankan perabot rumah tangga dari genangan air. (yfd/red)

Berita Terkait