Ironi di Balik Kelezatan Coklat (1)

Oleh : Sjarifuddin Hamid

Penjara di Pulau Alcatraz, Teluk San Francisco khusus diperuntukkan bagi narapidana kelas berat. Letaknya dua kilometer dari pesisir San Francisco. Meskipun demikian tak mudah untuk melarikan diri karena penjagaan sangat ketat dan lautnya ganas.

Konon para napi itu tersiksa bukan karena peraturan dan penjagaan yang ketat. Tetapi gara-gara coklat. Pada saat-saat tertentu angin membawa aroma coklat yang dikeluarkan sebuah pabrik coklat di kawasan San Fransisco. Merekapun merindukan coklat!

Hal itu diceritakan Dan, pemandu dalam International Visitors Proggramme di Amerika Serikat, ketika kami sedang melihat anjing laut berjemur di pinggir pantai San Francisco beberapa tahun lalu. Kami hanya memanggilnya Dan, karena nama keduanya susah dieja. Maklum keturunan Polandia.

Benar atau tidak cerita itu, yang pasti coklat sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Ada coklat yang dinikmati menjelang tidur. Diberikan sebagai buah tangan dan masih banyak lagi.

Rasanya juga bermacam-macam. Pahit, manis, agak asam dan asin. Warnanya hitam legam, coklat tua, coklat muda, putih dan belakangan ini ada yang merah jambu. Bentuknya ada yang batangan. Persegi empat. Bulat. Separuh bulat. Berbentuk binatang atau bintang, bulan sabit dan masih banyak lagi. Diperkaya dengan penambah selera seperti kacang almond, jeruk, susu, kismis, liqueur, strawberry dan lain-lain.

Pabrik juga menyediakan coklat bubuk untuk perorangan, pembuat roti dan kue. Minum coklat meskipun kurang populer dibanding minum kopi, sebetulnya sangat menyenangkan. Cocok buat anda yang suka berteman dengan yang manis-manis.

Coklat terutama yang murni, lazimnya berasa pahit, sangat baik untuk kesehatan karena mengandung anti oksidan serta berbagai jenis mineral yang berkhasiat mengurangi resiko serangan jantung, penyakit koroner dan kanker.

Coklat dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol. Membuat perasaan lebih riang. Meningkatkan sirkulasi darah. Menghambat penuaan. Meningkatkan insulin dan masih banyak lagi.

Begitu banyak manfaat coklat. Produsen membuatnya dalam beragam rasa, jenis dan bentuk supaya konsumen senang. Kemasannya indah dengan paduan bermacam warna dan huruf yang unik. Ada pula yang berhiaskan pita.

Produsen wewangian juga melakukan inovasi. Mereka membuat parfum beraroma coklat. Alasannya, kaum wanita menyenangi aroma coklat.

Menurut hasil riset Asosiasi Industri Gula-gula Nasional Amerika Serikat, coklat yang diproduksi Teuscher (Zurich, Switzerland), Vosges Haut-Chocolat (Chicago, Illinois, AS), Scharffen Berger Chocolate Maker, Inc. (Berkeley, AS), Jacques Torres Chocolate (New York, AS), Norman Love Confections (Fort Myers, Florida, AS), Valrhona ( Prancis ) dan Godiva Chocolatier (Brussel, Belgia), Richard Donnelly Fine Chocolates, (Santa Cruz, California, AS), Richart (Paris, AS), Puccini Bomboni (Amsterdam, Belanda) merupakan yang terbaik di dunia, menurut National Geographic.

Menurut versi lain, selain Godiva dan Valrhona, merk Hershey, Lindt, Guylian, Ghirardelli, Ferrero Rocher, Neuhaus, The Belgian, dan Thornton (Inggris, yang memadukan coklat Sao Tome, Papua Nugini dan Tanzania) juga sangat enak.

Selain dibuat dengan mesin, coklat juga ada yang dibuat dengan tangan seperti produksi Neuhaus. Harganya biasanya lebih mahal.

Sebetulnya coklat merk Mars, Cadbury, Kitkat dan ribuan merk lain juga enak. Yang perlu diingat, ada harga ada barang. Kalau beli yang murah jangan bermimpi menikmati Godiva. Secara keseluruhan bisnis coklat ini rata-rata bernilai US$70 milyar per tahun.

Coklat olahan dari berbagai merk mudah ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan ternama karena produk ini identik dengan kelas menengah-atas. Harganya juga tergolong mahal, Rp75 ribu untuk sepotong coklat hitam.

Tampaknya sudah menjadi tradisi, banyak kios di terminal bandar udara yang menjajakan coklat. Selain dijual per bungkus, coklat dijual dalam kemasan setengah lusin untuk memudahkan bila dibawa ke dalam kabin.

Kios-kios di Kuala Lumpur International Terminal Airport menjagokan coklat buatan Malaysia. Bandara Changi coklat Merlion. Tullamarine Melbourne, Sydney Airport, Bandara Hobart menjagokan Cadburry. Tapi di Bandara Amsterdam atau Tokyo yang dijagokan adalah tulip dan kue-kue khas Jepang.

Sayangnya, di balik kelezatan coklat, ada ironi yang tak kunjung selesai. Berbagai usaha sudah dilakukan untuk memperbaiki keadaan, tetapi tak pernah berhasil. Maklum seperti memadamkan kebakaran hutan dengan segelas air. (bersambung)

*Penulis adalah Kepala Penelitian dan Pengembangan uprjayaraya.com

Berita Terkait