Oleh-oleh dari Provinsi Shandong (selesai)

Perusahaan Tumbuh Berkat Pemerintah dan Pemimpin

Oleh : Sjarifuddin Hamid

 

Tsingtao Beer dan Haier merupakan perusahaan tua yang tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Dari keduanya didapat banyak pelajaran karena platform pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di Cina maupun negara lain relatif sama.

Belakangan ini, setelah Tsingtao Beer dan Haier tumbuh pula ‘bunga-bunga’ dari provinsi-provinsi lain. Xiaomi, Lenovo, Oppo, Wuling, Alipay, Alibaba, Huawei, Tencent, Baidu dan lainnya. Sekalian perusahaan itu bergerak dalam bisnis telekomunikasi, otomotif, e-commerce dan masih banyak lagi.

Mereka menguasai dalam negeri, lalu kemudian merambah ke seberang perbatasan menjadi perusahaan multinasional yang menggetarkan pesaing.

Kenapa Bisa Tumbuh?

Cikal bakal keterbukaan dan pertumbuhan bisnis berawal dari Deng Xiaoping yang berpendapat tidak peduli ‘kucing hitam atau putih” yang penting dapat menangkap tikus. Yang penting perekonomian negara membaik.

Ketika itu makin disadari perusahaan-perusahaan negara (BUMN) menghasilkan produk-produk yang tidak berkualitas tapi tetap beroperasi karena dibiayai negara. Secara umum perekonomian nasional memburuk, kemiskinan di mana-mana. Di utara, di selatan, pedalaman maupun pinggir pantai.

Ada cerita ketika masyarakat makin sejahtera, mereka menebus masa lalu di rumah makan. Mereka memesan berjenis-jenis masakan sampai memenuhi meja. Perkara, apakah makanan itu dihabiskan atau tidak adalah soal lain. Yang penting bersenang-senang. Kampai…!

Di bawah Deng, pemerintah secara hati-hati mencanangkan pembaruan ekonomi pada berbagai sektor. Misalnya, tidak ada lagi keharusan bagi petani untuk menjual semua produk pertanian ke pemerintah, melainkan hanya dalam jumlah tertentu. Sisanya dibolehkan dijual ke pasar dengan harga yang disepakati pembeli dengan penjual. Kebijaksanaan yang membangkitkan produktifitas.

Reformasi dilakukan secara konsisten sampai akhirnya mengizinkan perusahaan swasta nasional beroperasi dan perusahaan asing diizinkan melakukan penanaman modal. Ternyata, perusahaan lokal tertinggal jauh hingga asing diminta membantu permodalan, keahlian, manajemen, membuat perusahaan patungan dan sebagainya.

Asing tertarik kepada China karena pasar Cina ketika itu didiami ratusan juta konsumen. Adapun pertumbuhan ekonomi rata-rata 10% per tahun.
Seiring dengan berjalannya waktu, penduduk diizinkan keluar negeri untuk belajar, bekerja atau sekedar piknik. Keputusan yang tampak biasa saja ini berdampak besar bagi perubahan pola pikir dan sikap.

Sampai kini, diperkirakan sudah ratusan bahkan jutaan lulusan berbagai strata perguruan tinggi Inggris, AS, Jerman dan negara lain asing yang kembali ke China. Mereka ini yang menjadi tulang punggung perusahaan di atas.
Bila tanpa mereka, mana mungkin perusahaan Cina bisa menambah modal dengan melantai di bursa Hong Kong maupun Nasdaq, New York? Atau memiliki keahlian manajemen dan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi? Swasta Cina diperbolehkan pula melakukan akuisisi di seberang lautan, mulai dari perusahaan komputer, penghasil inovasi sampai properti dan infrastruktur. Perusahaan-perusahaan Cini sekarang hadir di Amerika Serikat sampai Islandia.

Salah satu corporate action yang terkenal, ketika Lenovo membeli perusahaan personal computer milik IBM. Tujuannya memadukan dua budaya kerja, memangkas biaya produksi, mendapat teknologi terbaru dan memperoleh skala ekonomi.

Keberhasilan perusahaan-perusahaan tersebut berkat konsistensi yang dimulai dari Deng Xiaoping hingga Presiden Xi Jinping dalam keterbukaaan ekonomi, pemberantasan korupsi, dukungan pemerintah dalam berbagai bidang hingga membangun hubungan baik dengan negara lain. Di samping berkat kemajuan teknologi, pertambahan penduduk yang sejahtera dan kreativitas manajemen.

Peran Pemimpin

Kita tidak dapat menimbang-nimbang, pihak mana yang lebih berperan dalam memajukan perusahaan jika banyak pihak mencurahkan perhatian untuk kemajuan. Pemerintah berperan besar, tetapi pemimpin perusahaan juga memberi kontribusi yang tidak kecil.

Cerita legendaris sang pemimpin ada di Haier. Zhang Ruimin merupakan orang ketiga yang ditugaskan pemerintah memperbaiki perusahaan ini, BUMN yang hidup segan mati tak mau dengan jumlah produksi 76 unit kulkas per bulan.

Suatu hari, ke 76 kulkas berkualitas rendah dijajarkan. Zhang mengambil palu dan menghancurkan satu unit. Para karyawan dipaksa melakukan hal yang sama untuk sisanya. Suasana mendadak heboh dan ini menandai perjalanan Haier kembali dimulai dari titik nol.
Zhang mengadakan kerja sama dengan perusahaan Jerman, Liebherr, yang memproduksi kulkas berkualitas tinggi. Disiplin ditegakkan dan hasilnya seperti telah dikemukakan sebelumnya. Haier menjadi produsen barang elektronik dan produk untuk kebutuhan rumah tangga (home appliances).

Figur seperti Zhang Ruimin juga ditemukan pada pemimpin-pemimpin perusahaan yang lain seperti Jack Ma (Alibaba), Ren Zhengfei (Huawei Technologies C.Ltd), Liu Chuan Zhi dan Yang Yuangqing (keduanya dari Lenovo), Victor Koo (Youku Tudou), Lei Jun (Xiaomi) dan Robin Li (Baidu). Pemimpin yang mempunyai visi, sumber inspirasi bawahan dan mengambilalih tanggung jawab bila menghadapi masalah.***

Berita Terkait