BEM SI Suarakan 11 Tugu Rakyat

BEM SI sewaktu menyuarakan Tugu Rakyat, pada kegiatan Munas BEM SI di Yogyakarta, belum lama tadi.

PALANGKA RAYA – Dalam Musyawarah Nasional (Munas), di Yogyakarta beberapa waktu lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyuarakan Tugu Rakyat (Tuntutan dan Gugatan Rakyat) kepada Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Presiden BEM UPR Karuna Mardiansyah kepada uprjayaraya, kemarin, menuturkan, isi dari Tugu Rakyat yang disampaikan BEM SI adalah penuhi 20 persen anggaran pendidikan di seluruh Indonesia sesuai amanat UUD, serta tingkatkan kesejahteraan guru. Lalu hentikan campur tangan negara melalui Menristekdikti dan Rektor, dalam upaya mengakhiri demokrasi kampus.

Selanjutnya, menjamin kesehatan nasional yang berkelanjutan, terjangkau, bermutu, dan berkeadilan sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 1992, dan wujudkan kesejahteraan nelayan dengan menerapkan program poros maritim Indonesia. Selain itu, berantas mafia pertanian dan wujudkan swasembada PAJALE (padi, jagung, dan kedelai).

“Poin keenam tuntutan kami, yakni tegas mengimplementasi revolusi mental dalam membuat payung hukum perilaku LGBT dan membuat regulasi. Laksanakan agenda pemberantasan korupsi dan mafia hukum demi terciptanya keadilan, kepastian, dan kemanfaatan,” tukasnya.

Kemudian, wujudkan pembangun infrastruktur yang berpihak pada rakyat kecil. Menuntut  pemerintah mewujudkan kedaulatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, dan mengevaluasi segala kebijakan ekonomi yang tidak pro rakyat.

Selanjutnya, menuntut pemerintah menghentikan perusahaan-perusahaan dan ekspansi lingkungan yang merugikan rakyat. “Tuntutan kami terakhir, wujudkan kedaulatan SDA untuk kemakmuran rakyat dengan melaksanakan amanat pasal UUD 1945,” tutup Karuna.(il/redaksi)

Berita Terkait