Ratusan Mahasiswa dan Warga Lakukan Aksi Belasungkawa

Duka Mendalam Atas Meninggalnya Tiga Mahasiswa UPR

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi didampingi Wakil Rektor Prof Dr Suandi Sidauruk MPd, menyampaikan pernyataan sikap pada aksi belasungkawa bersama ratusan mahasiswa dan warga, Kamis (25/4/2019) petang.

PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa dan warga yang kebetulan melintas di kawasan Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, atau tepatnya di depan salah satu mini market, di daerah Taman Yos Sudarso, melakukan aksi belasungkawa, Kamis (25/4/2019) petang.

Bela sungkawa itu dilakukan, untuk mengenang tiga mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan salah seorang oknum perwira polisi pada Minggu (21/4/2019) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kami segenap civitas akademika UPR mengucapkan belasungkawa, dan duka yang mendalam atas meninggalnya tiga orang mahasiswa dalam kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Anak-anak kami ini adalah Rikson Pangaribuan dan Syahril Manalu, mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2016, serta Lamtio Simatupang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2017,” ungkap Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi didampingi Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM dan Kemahasiswaan Prof Dr Suandi Sidauruk MPd kepada seluruh mahasiswa yang hadir.

Dijelaskan, atas kejadian tersebut UPR juga mengibarkan bendera setengah tiang. Itu dilakukan, sebagai bentuk duka mendalam yang dirasakan seluruh civitas akademika UPR.

“Pada kesempatan ini, saya meminta kepada seluruh mahasiswa, agar percaya pada proses hukum yang sedang berlangsung. Mari kawal, agar kita tidak dizholimi secara hukum,” tegasnya.

Ratusan mahasiswa dan warga yang menghadiri aksi belasungkawa ini sebagian besar sambil menyalakan lilin.

Ketua Harian DAD Kalteng ini juga mengimbau kepada mahasiswa, agar menempatkan diri pada waktu yang tepat. Karena dia menganggap, kecelakaan itu terjadi di waktu dan tempat yang salah.

Menurutnya, pada tengah malam seharusnya mahasiswa tidak perlu keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Sebaiknya pada jam-jam malam, mahasiswa istirahat dan belajar di rumah.

“Kami juga meminta kepada pihak Kepolisian, transparan dalam penanganan proses hukum yang sedang berjalan, dan memberitahukan setiap progresnya secara terbuka kepada masyarakat,” tukasnya.

Sementara kepada ketiga almarhum, Rektor mendoakan agar ketiganya diterima di Sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan kepada keluarga yang ditinggalkan, agar diberikan ketabahan. (il/red)

Berita Terkait