Rektor se-Indonesia Serukan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

UPR Lakukan Pernyataan Sikap Bersama Majelis Rektor se-Indonesia

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi

BANDUNG – Rektor di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia menyerukan persatuan dan kesatuan. Perguruan tinggi diharapkan jadi pionir penyejuk kondisi bangsa.

Sesuai Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tentang tujuan Negara Indonesia membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia turutserta melakukan pernyataan sikap. Hal ini sebagai bentuk komitmen akan persatuan dan kesatuan bangsa.

Penandatanganan pernyataan sikap bersama Rektor se-Indonesia ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Rektor UPR Dr Andrie Elia Embang SE MSi menyatakan bahwa pernyataan sikap bersama ini dilakukan sebagai langkah konkrit Universitas Palangka Raya turut dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Sebagai universitas terbesar di Kalimantan Tengah, UPR memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan perdamaian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, baik di tingkat daerah maupun nasional,” jelas Andrie Elia via WhatsApp kepada uprjayaraya.com, Senin (20/5/2019).

Dipaparkan, poin-poin pernyataan sikap bersama tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Seluruh tujuan luhur negara Indonesia tersebut hanya bisa diwujudkan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat dan utuh.

(2) Kebangkitan Bangsa Indonesia untuk mewujudkan masa depan yang makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat dan bermartabat, hanya dapat dicapai melalui terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa yang dilandasi semangat persaudaraan di antara seluruh elemen bangsa.

(3) Segala bentuk perbedaan pendapat maupun sikap politik tetap dalam koridor Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Konstitusi Negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

(4) Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

(5) Masa depan Bangsa Indonesia yang lebih makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat dan bermartabat, hanya dapat diwujudkan melalui penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

(6) Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya sebagai prasyarat bagi terwujudnya masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik tersebut, hanya dapat diakselerasi dalam suasana kebangsaan yang penuh kerukunan dan kedamaian.

(7) Oleh karena itu, kami Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia mengimbau seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan Bangsa, menghormati perjuangan serta pengorbanan jiwa raga para pahlawan bangsa dan menjunjung tinggi amanat para pahlawan bangsa yang telah mewujudkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta memberkahi Bangsa Indonesia dengan semangat kerukunan dan persaudaraan sebagai modal dasar untuk meraih masa depan bangsa yang adil, makmur, damai dan sejahtera.

Pernyataan sikap bersama ini selanjutnya ditandatangani oleh 87 Rektor seluruh Indonesia yang tergabung di dalam Majelis Rektor Seluruh Indonesia.(mz/red).

Berita Terkait