Bank Kalteng Bantu Ruang Perkuliahan Ekonomi Bisnis

Rektor Harapkan Kepedulian Dunia Usaha

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi bersama Dirut Bank Kalteng Yahya Diasmono dan mantan Rektor UPR Napa J Awat SU, menggunting pita di pintu masuk ruang perkuliahan Bank Kalteng di lingkungan FEB UPR, Senin (2/9/2019) siang.

PALANGKA RAYA – Bank Kalteng memberikan bantuan berupa ruang kuliah khusus bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR). Ruang itu diberi nama Ruang Kuliah Bank Kalteng, dengan fasilitas memadai dan sangat bagus untuk ruang belajar mengajar.

Peresmian ruang kuliah ini ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Direktur Utama Bank Kalteng Yahya Diasmono dan mantan Rektor UPR Napa J Awat SU. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor UPR, Dirut Bank Kalteng dan Dekan FEB Dr Miar MSi, Senin (2/8/2019) siang.

Acara peresmian Ruang Kuliah Bank Kalteng ini dihadiri Direktur Umum dan Keuangan Bank Kalteng, Wakil Rektor UPR Bidang Akademik Prof Dr Salampak MS, sejumlah Dekan Fakultas lingkup UPR, Perwakilan Senat UPR, dan sejumlah Dosen FEB UPR.

Dirut Bank Kalteng Yahya Diasmono menandatangani prasasti Ruang Kuliah Bank Kalteng disaksikan Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Dekan FEB UPR Dr Miar MSi dan sejumlah pihak terkait lainnya, Senin (2/9/2019).

Dirut Bank Kalteng Yahya Diasmono dalam sambutannya mengungkapkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah nomor satu. Untuk itu, Bank Kalteng juga menomorsatukan pendidikan untuk penguatan dan pemantapan SDM.

“Dengan pendidikan, kita bisa maju. Diharapkan kerja sama ini berlangsung baik, sehingga proses perkuliahan berjalan aman dan nyaman, dengan ruang kuliah yang memadai,” kata Yahya Diasmono.

Di tempat sama, Rektor UPR Dr Andrie Elia mengakui bahwa ini pertama kalinya UPR mendapat bantuan ruang perkuliahan dari perbankan.

“Kita berharap bantuan dari Bank Kalteng ini menjadi pemicu bagi pihak dunia usaha agar punya kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Ini yang kedepannya akan terus kita dorong, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pihak dunia usaha terhadap kemajuan dunia pendidikan. Karena pendirian UPR ini adalah amanah dari para pendiri Provinsi Kalteng,” jelas Andrie Elia.

Pihaknya juga sangat bersyukur UPR kini banyak peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tidak lagi dipandang ‘sebelah mata’, dan bahkan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Sebelumnya, Dekan FEB UPR Dr Miar menjelaskan, kerja sama FEB UPR ini dirintis sejak Maret 2019, dan baru sekarang bisa terwujud.

“Bantuan dari Bank Kalteng ini sebesar Rp300 juta lebih. Di samping Bank Kalteng, juga ada bantuan CSR dari BCA berupa sejumlah peralatan elektronik,” ungkapnya.

Pihaknya sudah menyiapkan ruang perkuliahan dan untuk seterusnya diberi nama Ruang Kuliah Bank Kalteng. Sedangkan para pengajarnya, selain Dosen di FEB UPR, juga ada dari pihak luar sesuai dengan kompetensinya.(mz/red)

Berita Terkait