FEB UPR Kekurangan Daya Listrik

Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya, ketika melakukan aktivitasi di kantor, Kamis (10/01/2019).

PALANGKA RAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya (UPR) masih kekurangan daya listrik untuk mendukung aktifitas kantor baru.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR DR Miar P Bakar SE MSi meminta, PT PLN menyediakan daya, agar kantor baru bisa difungsikan dalam waktu dekat.

“Kantor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sudah selesai dibangun, namun hingga saat ini belum difungsikan karena masih kekurangan daya listrik,” kata Miar, kepada UPRjayaraya, Kamis (10/01/2019).

Ia menjelaskan, kantor FEB saat ini memang ada daya listrik. Namun daya sebesar 1300 watt, tidak mampu memenuhi kebutuhan.

“Meteran listrik yang ada dipasang pekerja sewaktu mengerjakan bangunan baru FEB. Namun, daya listrik tidak mampu mencukupi kebutuhan,” kata dia.

Sebelumnya, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) DR Andrie Elia Embang SE MSi mengaku, kesulitan mengembangkan perguruan tinggi tertua di Kalteng itu. Pasalnya, daya listrik yang dimiliki, belum mampu menunjang aktivitas di UPR.

“Kita sangat kekurangan daya listrik. Saya sudah minta PLN, untuk menambah daya listrik. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tegas Andrie.

Kendalanya, jelas Andrie, PLN meminta pemasangan travo di setiap fakultas. Pemasangan travo, dibebankan kepada UPR. Biaya pemasangan, dan pembeliannya mencapai Rp80 juta per travo. Kalau harus memasang hingga 10 unit, artinya UPR harus menyiapkan dana Rp800 juta.

Dana sebesar itu, jelas Andrie, tentu tidak sedikit. Apalagi banyak fasilitas, sarana, dan prasarana yang harus dipenuhi. Kondisi itu yang membuat UPR sulit dalam penambahan daya listrik.

“Kami minta PLN berbaik hati. Jangan membebankan biaya besar, untuk lembaga pendidikan. Kita bekerja untuk menyiapkan generasi muda. Saya minta itu jadi pertimbangan PLN,” kata Andrie.(redaksi)

Berita Terkait