Menjelang Masa Berakhir, Ini Pesan Rektor Berjuluk “Macan Kalimantan”

DR Andrie Elia – Tidak Ada Keberhasilan Tanpa adanya Sinergitas yang baik

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Tidak lama lagi, masa jabatan Dr Andrie Elia sebagai Rektor UPR akan segera berakhir. Pria yang telah ditunjuk untuk mengembangkan UPR berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek-Dikti) Nomor : 509/M/KPT.KP/2018 pertanggal 6 September 2018, telah menunjukkan kinerjanya, bahkan dirinya mendapat gelar “Macan Kalimantan” dari rekanan rektor-rektor di PTN-PTS se-Indonesia.

Dengan fakta saat ini, dimana pembanguan fasilitas pendukung pendidikan dan SDM di UPR sudah meningkat drastis. Mulai dari sarana–prasarana, tata kelola administrasi berbasis digital, mulai percaya dirinya UPR dalam pelaksanaan ivent yang berbasis nasional hingga internasional, dosen dan mahasiswa yang kerap mengikuti kompetisi ilmiah, hingga UPR mendapatkan posisi 100 besar Universitas terbaik di Indonesia.

“Pencapaian UPR saat ini tentunya tidak lepas dari usaha, kerja keras dan komitmen seluruh stakeholder yang terlibat dalam civitas akademika, guna mewujudkan UPR Jaya Raya. Tidak hanya upaya pribadi. Apalagi transformasi UPR saat ini telah menjadi magnet di tingkat nasional. Setara dengan PTN-PTS ternama,” ungkap Rektor saat dibincangi disela jam istirahatnya kemarin.

Selain itu, capaian UPR saat ini, juga dikarenakan faktor kepiawaian dan mental pemimpin yang dimiliki DR Andrie Elia dalam memimpin SDMnya. Selain itu, kemampuan rektor dalam melihat peluang dan jalinan kerjasama yang baik dengan semua pihak.

Dr. Andrie Elia SE, MS.i

Bukti peningkatan besar UPR dibawah kepemimpinan Dr Andrie Elia dapat dilihat dari usaha dan kerja kerasnya bersama tim yang ada dalam mengembangkan UPR dari segi pembangunan, infrastruktur, penataan sistem manajemen dan akademik yang terus mengikuti perkembangan teknologi, dengan tujuan untuk menjadikan UPR sebagai Perguruan Tinggi terbaik, menghasilkan SDM berkualitas, bermoral Pancasila dan berdaya saing tinggi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pendiri, pemimpin, dosen, staf, alumni, dan mahasiswa serta semua pihak yang telah membantu mengharumkan nama UPR. Tugas setiap generasi adalah melanjutkan usaha dan jerih payah yang selama ini telah dibangun oleh para pendahulu, dengan tetap berpegang teguh kepada keluhuran nilai-nilai moral agama dan etika universal yang harus tetap di tanam oleh UPR,” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam bidang akademik khususnya rekrutmen mahasiswa baru, saat ini UPR mengimplementasikan 3 jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN, dimana pada tahun 2019 UPR menerima mahasiswa baru sebanyak 4305 orang, tahun 2020 sebanyak 4214 orang dan tahun 2021 sebanyak 5132 orang, dengan capaian indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,24 hingga 3,88 dan terus meningkat tiap tahunnya.

Sedangkan dari sisi kelulusan, grafik kelulusan mahasiswa UPR setiap tahun cenderung stabil pada kisaran 2000 sampai 3000 orang pertahun yang dihasilkan dari tiga kali penyelenggaraan proses wisuda setiap tahun.
Melihat dari aspek Indikator Kinerja Utama (IKU), UPR UPR pada tahun 2020 telah mendapatkan pendanaan berbasis kontrak Kinerja antara Kemendikbud dan PTN dengan Capaian IKU Tertinggi pada IKU-7. Dari sisi pengembangan prestasi mahasiswa, UPR selalu memberikan dukungan agar mahasiswa selalu mengembangkan prestasi seperti bimbingan peningkatan prestasi, penghargaan, insentif (biaya stimulan) kepada mahasiswa yang mengajukan proposal hibah kompetisi, baik di tingkat universitas, Kopertis, maupun Nasional. UPR juga memberikan penghargaan (uang tunai, tabungan pendidikan, dan bingkisan) terhadap kegiatan dan prestasi yang telah diraih mahasiswa, serta memberikan bantuan start-up capital bagi mahasiswa yang akan memulai wirausaha.

Dalam bidang infratruktur, telah berdiri Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG). Sarana ini merupakan penunjang dalam kegiatan penelitian dan inovasi sekaligus sebagai tindaklanjut dari kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menginginkan agar Universitas Palangka Raya dapat menjadi pusat kajian gambut dunia.

Selain gedung PPIIG, UPR juga membangun gedung perkuliahan kembar yang dinamakan gedung merah putih, dimana warna merah putih melambangkan karakter bangsa menjadi yang terdepan dalam menjalankan kehidupan, dengan harapan mahasiswa di Kalteng khususnya UPR, dapat membangun karakter jiwa raga yang siap membangun negara kesatuan republik Indonesia berkelas dunia. (rul)

Berita Terkait