FISIP UPR Gelar FGD Terkait Pilkada 2020

PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR), memiliki Pusat Studi Partai Politik, Pemilu dan Demokrasi.  Yang mana,  pusat studi ini menjadi tempat para civitas akademika FISIP UPR, untuk melakukan berbagai telaah akademik, terkait berbagai isu dan dinamika politik di Kalimantan Tengah.

Seperti yang dilakukan pada, Jumat (31/01/20), FISIP UPR melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), berkaitan dengan Menyambut PILKADA Tahun 2020.

Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran civitas akademika, terutama dari kalangan akademisi FISIP UPR, yang secara konsen melakukan berbagai kajian,  terhadap dinamika politik, pemerintahan dan sosial di wilayah Kalteng.

Saat dibincangi awak media, Dekan FISIP UPR, Prof Dr Ir Kumpiady Widen PhD mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan atas adanya dukungan banyak pihak, yang mengharapkan adanya partisipasi para akademisi, dalam melakukan studi  atas penyelenggaraan sistem politik di Kalteng.

Dimana pada tahun 2020 ini, Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) dilaksanakan secara serentak. Diskusi dilakukan diawali dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan-permasalahan yang biasanya terjadi, sewaktu pelaksanaan PILKADA.

“Dengan mengidentifikasi masalah, yang dilakukan dengan berbagai kajian akademik, guna menemukan berbagai solusi, agar hal serupa setidaknya dapat diminimalisir, atau ya syukur-syukur itu tidak terulang lagi, pada pelaksanaan PILKADA selanjutnya,” ujar Kumpiady Widen.

Ia melanjutkan, melalui berbagai solusi yang ditemukan itu,  maka harapannya dapat meminimalisir berbagai permasalahan yang ada. Dan,  itu juga bisa menjadi sebuah rekomendasi,  untuk meminimalisir segala bentuk praktik politik identitas yang tidak patut, seperti mengatasnamakan agama,  golongan ataupun suku tertentu. Ataupun juga meminimalisir praktik politik uang (money politic).

“Mengingat, proses-proses praktik politik seperti ini, kerap terjadi pada saat PILKADA berlangsung. Hal ini, belajar dari beberapa pengalaman dan permasalahan yang sebelumnya terjadi, saat PILKADA berlangsung,” tandasnya.

Harapannya, pergelaran PILKADA 2020 ini, bisa menjadi tempat edukasi politik kepada masyarakat.  Dan, Ia pun meyakini bahwa masyarakat  Kalteng sebagai pemilih, saat ini sudah semakin dewasa, dalam menentukan pilihannya.

“Masyarakat  Kalteng sebagai pemilih, tentunya akan bisa memilih kandidat-kandidat calon kepala daerah, yang mampu membawa kemajuan untuk Kalteng, yang memang benar-benar memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya,” pungkas Kumpiady. -FL-

Berita Terkait