Pandangan Politik Akademisi UPR Dalam Demokrasi 2024

Jhon Ritei – Sudah Saatnya Parpol Lakukan Evaluasi

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos, M.Si, menilai bahwa, untuk menuju proses demokrasi yang baik, adalah salah satu tugas dari partai politik (Parpol).

Terlebih lagi saat ini mendekati perhelatan pilkada 2024, yang mana rakyat Indonesia akan kembali memilih Presiden. Yang mana kita semua menginginkan presiden yang bisa lebih baik dari saat ini.

“Untuk mendapatkan hasil pilkada yang baik, tentu dengan proses demokrasi yang baik. Mewujudkan demokrasi yang baik juga merupakan peran parpol. Karena tentunya, ada standar yang harus dicapai oleh pemimpin yang baru. Karena capaian pembangunan saat ini sudah sangat luar biasa,” ucapnya saat dibincangi di ruang kerjanya.

Akademisi dengan spesialis politik dan pemerintahannya di Provinsi Kalteng tersebut menjelaskan bahwa parpol sudah barang tentu harus melakukan evaluasi kinerja. Bagaimana pencapaian target partai yang dilakukan struktural partai. Baik di tingkat pusat hingga ranting.

“Proses evaluasi itu sangat penting. Tentunya untuk melihat bagaimana kinerja kader partai. Baik kader yang menduduki struktural partai, menduduki jabatan politik pemerintahan. Dimana tujuan umumnya adalah mencapai pembangunan yang berdasarkan amanah Pancasila, Undang-undang dalam bingkai demokrasi yang baik,” ujarnya.

Disampaikannya bahwa event pemilu 2024 nanti, akan memiliki standar yang lebih baik. Artinya, dimana peran masyarakat dalam mengikuti proses demokrasi semakin meningkat.

Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos, M.Si

“Tentunya, setiap parpol akan diuji dalam peran aktifnya dalam proses demokrasi. Dalam garis perjuangan Partai, tujuan utamanya adalah bagaimana kader mereka bisa duduk di eksekutif maupun legislatif. Sehingga aspirasi dari konstituen, termasuk doktrin partai bisa di implementasikan dan fungsi maupun peran partai sebagai kepentingan dari konstituen bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, dalam sistem kinerja partai, sangat penting dilaksanakannya penyegaran. Apalagi saat evaluasi kinerja sebuah Parpol ditemukan prestasi yang telah dicapai oleh pejabat struktural Partai selama menjalankan tugas dan fungsinya.

“Sangat perlu dilakukan penyegaran, rotasi maupun rekomendasi posisi dari struktural Partai. Mengingat hal tersebut bisa menjadi bagian dari strategi Partai untuk mempersiapkan diri, dalam kurun waktu 2 tahun menuju Pilkada Kalteng 2024, yang bertujuan menajamkan Partai itu sendiri disamping yang menggerakkannya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dalam batang tubuh Partai, merupakan salah satu strategi yang diatur melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD–ART) Partai Politik (Parpol), dimana pergeseran tersebut menjadi bagian daripada Demokrasi, optimalisasi kinerja dan penyegaran mesin partai, terutama dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) baik Pilkada, Pileg maupun Pilpres,” pungkas Jhon Ritei.

Wakil Dekan I Fisipol UPR ini juga menegaskan bahwa event Pilpres, Pemilukada maupun Pileg, merupakan event strategis. Apalagi di tahun 2024 apabila terjadi pergeseran pengurus partai ditingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang sama ditingkat bawah yaitu provinsi hingga ke tingkat ranting. Pengaruh besar dalam kinerja mesin partai, terutama di wilayah atau daerah yang menjadi basis sebuah Parpol,” tandasnya. (Rul)

Berita Terkait