Kalteng Masih Sangat Memerlukan Dokter

Ketua DAD Kalteng H Agustiar Sabran S.Kom didampingi Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, memasangkan salempang kepada yudisiawan/yudisiawati terbaik pada rangkaian Yudisium di Fakultas Kedokteran UPR, Rabu (20/3/2019).

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi menegaskan, dokter hingga sekarang masih dibutuhkan di Kalteng. Apalagi mengingat di Kalteng terdapat ribuan desa yang berada di daerah-daerah terpencil, tentu sangat memerlukan dokter.

Dalam sambutannya di hadapan peserta Yudisium Fakultas Kedokteran (FK) UPR, Rabu (20/3/2019), Andrie mengucapkan selamat kepada mahasiswa FK UPR yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga mampu menyandang gelar Sarjana Kedokteran.

“Mohon ilmu yang telah didapat selama kuliah di Fakultas Kedokteran ini, agar lebih diperdalam lagi. Supaya dapat mengembangkan profesionalisme yang berguna untuk masyarakat, bangsa dan negara,” kata Andrie.

Diungkapkan, pihaknya sengaja mengundang Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) H Agustiar Sabran S.Kom pada acara ini. Sebab, DAD punya tanggung jawab moral terhadap masyarakat Kalteng, khususnya masyarakat Dayak.

“Harapan saya, jangan sampai masyarakat Kalteng ini sakit-sakitan, harapan hidup meningkat, menurunnya angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan anaknya. Masyarakat Kalteng harus sehat. Karena semua itu akan berpengaruh terhadap Provinsi Kalteng dan juga Indonesia,” harap Andrie.

Pada kesempatan itu, Rektor juga memohon kepada Ketua DAD Kalteng dapat membantu FK UPR. Mengingat, fakultas ini masih sangat terbatas baik tenaga maupun sarana penunjangnya.(mz/red)

Berita Terkait