Pembinaan Guru dan Siswa Harus Dibarengi Colaboratif, Colegial dan Berkelanjutan

Prof Dr Agus Haryono MSi

PALANGKA RAYA – Sistem pembinaan guru, siswa dan sistem pembelajaran modern di zaman digitalisasi, memiliki model tersendiri. Sistem ini sudah digunakan di beberapa negara maju. Di mana guru dan siswa dibina dengan sistem pendidikan yang lebih modern melalui Lesson Study Learning Community (LSLC).

Hal ini dipaparkan Prof Dr Agus Haryono MSi, ketika menjadi narasumber Seminar Diseminasi LSLC HUT ke-34 Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) di Aula Palangka, Selasa (9/4/2019).

“Dengan sistem ini, guru dan siswa dibina dengan sistem pendidikan yang lebih modern melalui LSLC,” ungkap Agus Haryono.

Pembinaan guru dan siswa ini, terangnya, harus dibarengi dengan colaboratif, colegial dan berkelanjutan. Sehingga akan menciptakan pola 4C.

“Melalui LSLC ini akan menciptakan pola 4C yang meliputi communication, colaboratif, creative, dan critical thingking bagi guru dan siswanya,” tambah profesor yang baru kembali dari Jepang ini.

Agus menambahkan, penciptaan pola 4C ini baru pertama kali akan diterapkan di FKIP UPR. Di mana sebagian besar lulusannya akan menjadi guru atau tenaga kependidikan.

“Ke depannya kita akan mencoba kenalkan ke fakultas lain sebagai acuan untuk penerapan pembelajaran yang lebih modern. Tidak hanya di sekolah, tapi di kampus pun bisa diterapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan MIPA FKIP UPR Dr Yula Miranda MPd, mengapresiasi kegiatan positif ini, dengan mengundang guru SMP/MTS, SMA/MA di Kota Palangka Raya untuk mengikuti kegiatan.

“Di ulang tahun yang ke-34 Prodi Pendidikan Biologi ini, kawan-kawan kita yang baru pulang studi dari luar negeri memberikan ilmunya tentang sistem pendidikan yang modern dan digitalisasi. Semoga bisa diterapkan di sekolahan masing-masing,” tutup Yula Miranda. (yfd/red)

Berita Terkait