Ratusan Guru Raih Sertifikat Pendidik

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi secara simbolis menyerahkan Sertifikat Pendidik kepada peserta Program PPG pada acara Pelepasan dan Penyerahan Sertifikat Pendidik Program PPG FKIP UPR di Aula Rahan, Sabtu (30/11/2019).

PALANGKA RAYA – Ratusan guru di Kalimantan Tengah (Kalteng) diberikan Sertifikat Pendidik dan masuk kategori sebagai pendidik profesional. Sertifikat ini bisa diperoleh setelah para guru berhasil lulus dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Penyerahan Sertifikat Pendidik sekaligus pengalungan tanda kelulusan peserta program, secara simbolis dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi pada acara Pelepasan dan Penyerahan Sertifikat Pendidik, Program PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR di Aula Rahan, Sabtu (30/11/2019).

Dalam sambutannya, Rektor UPR memaparkan, PPG adalah untuk memastikan bahwa para guru benar-benar memiliki minat dan bakat menjadi guru. Karena itu, Sertifikat Pendidik dipegang oleh guru profesional, yang sudah lulus syarat untuk mendapatkannya.

“Tugas mulia seorang guru merupakan ujung tombak dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan,” katanya.

Ditegaskan Rektor, pendidikan yang baik dapat terwujud dengan guru yang berkualitas yaitu guru yang memiliki integritas tinggi, kreatif dan demokratis.

Sementara itu, Dekan FKIP UPR Prof Dr Joni Bungai MPd menjelaskan, tidak mudah bagi guru untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik. Ada beberapa tahapan dan kegiatan yang harus dilalui peserta.

“Yang pasti, guru harus bisa menguasai teknologi informasi, karena semuanya sekarang sudah berbasis digital,” kata Joni Bungai.

Dipaparkan, dalam program PPG ini, untuk guru-guru yang tempat tugasnya terjangkau internet, mereka belajar melalui internet selama beberapa bulan. Setelah itu, para peserta dikumpulkan di Palangka Raya untuk kembali belajar. Kemudian melewati uji kinerja yang juga sudah berbasis digital, lalu uji pengetahuan mengunakan internet. Bagi guru yang benar-benar serius dan menguasai teknologi informasi (IT), peluangnya besar untuk meraih kelulusan.

“Jadi, untuk bisa lulus program ini, memang harus menguasai IT. Setiap angkatan itu belum pernah ada yang lulus 100 persen, paling tinggi 60 persen ke atas. Nah, bagi yang lulus mereka sudah punya Sertifikat Pendidik Profesional,” terang Joni Bungai.

Dalam rangkaian acara ini, para peserta juga bersama-sama membacakan Ikrar Guru Republik Indonesia, serta mendengarkan pesan dan kesan dari perwakilan peserta. Sedangkan yang dinyatakan lulus sejumlah 351 orang dari sekitar 450 orang peserta.(red)

Berita Terkait