Fisipol UPR dan IAPA Gelar Seminar Nasional

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (Fisipol UPR) bekerjasama dengan Indonesia Association For Public Administration (IAPA) menggelar seminar nasional dengan mengusung tema Peran Strategis Daerah Penyangga Ibukota Negara (IKN) Nusantara ‘Peluang dan Tantangan’, di gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG), Jalan Hendrik Timang, Selasa (5/7).

Ketua Prodi Administrasi Negara sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Imanuel Jaya, SAP, MAP, menyampaikan dalam kegiatan Seminar Nasional ini dihadiri oleh perwakilan Universitas Tanjungpura dan Universitas Kapuas Sintang Kapuas dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) serta Fisipol UPR sebagai tuan rumah.

“Ada beberapa Universitas yang hadir dan kita juga menghadirkan sejumlah narasumber ahli yaitu Dr. Agus Rubianto Rahman, MM, ME, dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN), Ketua Otorika IKN Nusantara Bambang Susantono yang hadir secara virtual, Gubernur Provinsi Kalteng H. Sugianto Sabran yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ir. Herson B. Aden, M.Si, serta Dr. Sidik Rahman Usop selaku Akademisi UPR,” ucapnya.

Dijelaskan bahwa pihaknya sengaja mengusung tema peranan strategis daerah penyangga IKN, mengingat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi besar untuk menjadi daerah penyangga IKN Nusantara.

“Kita berharap agar kedepannya Kalteng tidak cuma menjadi penonton, apalagi daerah disekitar IKN berpeluang besar menjadi daerah penyangga IKN Nusantara. Sehingga melalui Seminar Nasional ini kita berharap semua unsur yang tergabung baik itu Pemerintah Daerah, masyarakat, pengusaha hingga media massa bisa berpartisipasi,” katanya.

Disisi lain Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Pemprov Kalteng, Ir. Herson B Aden, M.Si dalam paparannya mengatakan bahwa Provinsi Kalteng memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, dengan luasan wilayah 153.564 Km² dan jumlah penduduk berkisar 2,6 juta jiwa.

Sehingga dalam rangka mendukung Kalteng menjadi daerah penyangga IKN Nusantara, perlu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkualitas dan mampu bersaing secara global.

“Melalui pengembangan SDM unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik serta mental, maka akan berdampak positif tidak hanya dalam segi daya saing serta kemandirian bangsa. Tetapi berdampak positif juga terhadap pembangunan Bumi Tambun Bungai, sebagai salah satu wilayah penyangga IKN Nusantara,” tandasnya.

Kendati demikian, sambungnya, peningkatan kualitas SDM juga memiliki pengaruh besar dalam mendukung program strategis nasional. Dimana Provinsi Kalteng dipercayakan oleh Pemerintah Pusat RI sebagai salah satu wilayah pengembangan Food Estate, guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Dengan adanya peningkatan kualitas dan kapasitas SDM, masyarakat akan turut mensukseskan program strategis nasional, bahkan mampu menyerap tenaga kerja yang notabene masyarakat lokal, yang tentunya bermuara pada peningkatan kualitas perekonomian di Kalteng,” pungkasnya. (Rul)

Berita Terkait