Ini Alasan UPR Assesment Tenaga Kontrak

Rektor Univetsitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi bersama dengan Wakil-Wakil Rektor, dan Dekan, meninjau ruangan Laboratorium Komputer yang menjadi lokasi assesment tenaga kotrak, Kamis (27/12/2018).

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya, Kamis (27/12/2018), melaksanakan assesment terhadap 520 orang tenaga kontrak. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB, dibuka Rektor DR Andrie Elia Embang SE MSi. Assesment sendiri akan berlangsung di UPT TIK UPR dengan sistem sift sesuai nomor urut peserta.

Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM, dan Kemahasiswaaan UPR Prof Suandi Sidauruk menjelaskan, assesment dilaksanakan atas dasar peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Risetdikti) terkait dengan penerapan peraturan tentang pengangkatan pegawain pemerintah non ASN.

“Tahun 2019 aturan itu sudah diberlakukan. Tapi bagaimana kita bisa mengangkat, sesuai aturan memang harus diassesment,” ungkap Sidauruk, memberikan penjelasan kepada peserta.

Dijelaskan, melalui assement seluruh tenaga kontrak akan terdata. Jadi tidak ada lagi tenaga kontrak yang tidak terdata. Data base akan masuk langsung ke Biro Pegawaian Kemenristekdikti. Artinya tenaga kontrak, akan menjadi pegawai pemerintah non ASN.

Meski berstatus pegawai non ASN, jelas Sidauruk, hak, dan kewajibannya sama. Bahkan tidak menutup kemungkinan kedepan bisa menduduki jabatan tertentu. Kompetensi yang dimiliki pegawai, akan disesuaikan dengan jabatan yang diemban.

“Jadi tidak hanya bekerja sesuai kompetensi. Semua wajib menyampaikan laporan kinerja. Pegawai akan dievaluasi setiap tahun,” ungkap Sidauruk.

Menghadapi aturan baru, jelasnya, tenaga kontrak wajib diassesment. Jadi penempatan bisa sesuai kompetensi jabatan. Karena selama ini, analisasi jabatan tidak pernah tercatat. Ini kesempatan UPR, untuk memetakan kemampuan sumber daya manusia.(redaksi)

Berita Terkait