Ini Kata Rektor Soal Rusunawa

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi.

PALANGKA RAYA – Keberadaan rumah susun sewa (Rusunawa) milik Universitas Palangka Raya (UPR) di Jalan Bukit Keminting, dianggap sebagai aset yang mubazir. Karena itu, kalangan Dosen, dan Tenaga Pendidik, meminta Rektor UPR memikirkan hal tersebut.

Apalagi, Rusunawa yang ada sekarang, tidak berfungsi secara maksimal. Padahal bangunannya sudah berdiri dengan megah, tapi tidak termanfaatkan. Rusunawa sendiri sebetulnya disiapkan untuk mahasiswa dengan sistem kontrak, sehingga mampu menambah pendapatan kampus.

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi menjelaskan, pembangunan Rusunawa sebuah perencanaan yang sangat buruk. Pasalnya pembanguan tersebut, tidak melihat aturan tata kota, dan lainnya. Akibatnya, sekarang tidak bisa dimanfaatkan.

“Saya tidak mengerti perencanaan dulu seperti apa. Harusnya disesuaikan dengan aturan yang ada di Pemerintah Kota Palangka Raya,” tegas Andrie, Kamis (17/01/2019).

Menurut Andrie, Rusunawa yang ada sekarang, berada di jalur hijau. Harusnya ketika pembangunan dulu, disesuaikan dengan garis sepadan badan jalan. Sekarang siapa yang berani memanfaatkan, kalau keberadaannya di jalur hijau.

Kalau tetap nekat, jelas Andrie, Pemko Palangka Raya bisa mengambil tindakkan tegas. Apalagi, pembangunan yang dilakukan tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Harus tidak bisa dibangun, kalau IMB tidak ada.

“Proses pembangunannya harusnya ada IMB dulu. Sesuaikan dengan peraturan tata kota. Saya akan konsultasikan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” ungkap Andrie.

Ia menginginkan, ada arahan dari Kemenristekdikti, soal Rusunawa. Kalau memang tidak bisa dimanfaatkan, mungkin akan dibongkar. Nantinya dipikirkan, mana lokasi yang cocok, untuk Rusunawa.

“Saya tidak ingin mengambil tindakkan gegabah. Resikonya bisa bertentangan dengan hukum. Kita tunggu arahan Kementerian. Karena memang bangunan itu, melanggar aturan,” tegas Andrie.(redaksi)

Berita Terkait