Ini Keluhan Dosen Kepada Rektor UPR

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, ketika menyampaikan arahan dalam silaturahmi bersama Dosen dan Tenaga Pendidik di lingkungan UPR, Selasa (15/01/2019).

PALANGKA RAYA – Pertemuan antara Dosen, dan Tenaga Pendidik di lingkup Universitas Palangka Raya (UPR) dengan Rektor DR Andrie Elia Embang SE MSi, dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah keluhan. Berbagai persoalan yang dikeluhkan, langsung disampaikan dihadapan Andrie, untuk segera dilakukan pembenahan.

Keluhan yang paling banyak disampaikan, terkait dengan fasilitas ruang belajar. Sejumlah dosen, dan tenaga pendidik menyatakan, ruang belajar yang dimiliki, sudah tidak sesuai standart. Apalagi banyak ruang belajar yang mengalami kerusakkan, bahkan fasilitas alat pendingin baik kipas angin, maupun air conditioner yang tidak berfungsi maksimal.

Selain itu, sarana diruang belajar seperti kursi, banyak yang kurang. Kondisi tersebut, membuat aktivitas belajar mengajar di lingkungan kampus, tidak bisa berjalan maksimal. Banyak mahasiswa, Dosen, dan Tenaga pendidik, akhirnya tidak nyaman berada di ruangan. Dampaknya, mahasiswa tidak dapat menyerap pelajaran dengan baik.

Menanggapi persoalan itu, Andrie menjanjikan, akan melakukan pembenahan di seluruh ruang belajar yang ada di lingkungan perguruan tinggi tertua di Kalteng itu. Ia langsung meminta, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, melakukan pemetaan terhadap ruang belajar yang perlu dilakukan pembenahan.

“Saya minta Prof Sulmin Gumiri, segera petakan. Mana ruang belajar yang prioritas kita benahi. Kita harus berikan kenyamanan dalam proses akademik,” kata Andrie.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng itu memastikan, anggaran yang dimiliki sekarang, difokuskan untuk menunjang kegiatan akademik. Karena itu, fasilitas, sarana, dan prasarana penunjang menjadi perhatian. Tentu pembenahan yang dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Ia menginginkan, kedepan seluruh ruang belajar, sudah dilengkapi dengan alat pendingin. Soal anggaran, nanti akan dipikirkan sumbernya. Apabila anggaran UPR tidak mencukupi, tentu harus dipikirkan sumber lain. Salah satunya dari pemerintah daerah, dan pihak ketiga.

“Saya sudah komunikasi dengan sejumlah kepala daerah, dan perusahaan. Beberapa siap membantu, untuk memperbaiki sarana belajar kita. Mudahan itu bisa terealisasi. Saya ingin semua ruang belajar sesuai standart. Itu untuk menunjang akreditasi kita,” tegas Andrie.(redaksi)

Berita Terkait