KKN Kebangsaan dan KKN Bersama BKS-PTN Barat Dimulai

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Berangkat sejauh 3213km peserta KKN Kebangsaan dari Universitas Papua dan sejauh 3825 km peserta Institut Seni Budaya Indonesia Aceh atau ISBI Aceh (perhitungan berdasarkan google map), turut menjadi saksi kemeriahan pelaksanaan KKN Kebangsaan dan KKN Bersama BKS-PTN Barat ke 10 yang digelar di Stadion Sepak Bola UPR pada Minggu (17/07/2022) pagi.

Kegiatan yang diikuti 73 PTN dan PTS seluruh Indonesia ini, merupakan pelaksanaan paling meriah setelah 10 tahun berjalannya program KKN Kebangsaan. Bahkan, Mendikbudristek melalui Direktur Belmawa Kemendikbudris Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T, menyampaikan apresiasinya. Hal senada juga disampaikan Dr Hasrullah selalu Ketua Tim Pengembang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2022.

Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, Dr Ir Aswin Usop yang menyampaikan bahwa total peserta lebih kurang 1000 mahasiswa dari 73 PTN PTS, 1300 dari UPR dan lebih istimewa ada perwakilan 5 taruna akademi militer Magelang.

“Peserta nantinya akan melakukan KKN di 100 desa dalam 64 kecamatan yang terbagi dalam dua Kabupaten yakni Pulang Pisau dan Kapuas. Dalam kabupaten tersebut juga wadah dilaksanakan program food estate,” ucapnya.

Aswin juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa atas dukungan semua pihak, khususnya kepada Presiden RI Ke-5 – Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA, Kepala Staf Angkatan Darat – Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Sekretaris Jenderal PDIP – Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M yang berkenan menjadi pemateri.

Kemudian, sambutan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A yang dibacakan Dr Ir Sri Gunani menegaskan, bahwa KKN kebangsaan adalah bentuk kolaborasi efektif dan integrasi program TNI masuk desa. Khususnya dalam merajut rasa kebangsaan bersama masyarakat.

“Kehadiran TNI dalam KKN kebangsaan ini, merupakan bentuk kolaborasi efektif dan integrasi TNI masuk desa. Perjalanan 10 KKN kebangsaan telah berkontribusi nyata dalam merajut rasa kebangsaan,” tulis Menteri Nadiem dalam sambutannya.

Lanjut, alasan dipilihnya tempat KKN di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, lokasi pelaksanaan program food estate, adalah bentuk dukungan mahasiswa untuk mensukseskan ketahanan pangan Indonesian.

“Program ketahanan pangan perlu didukung untuk mensukseskan ketahanan pangan Indonesia. Mengambil lokasi yakni di Pulang Pisau dan Kapuas merupakan lokasi food estate, dengan harapan adanya sinergisitas pengemabangan sektor pertanian dengan ilmu pengetahuan, inovasi dan iptek,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPR Dr Andrie Elia dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tahun 2045, Indonesia memasuki generasi emas kaum milenial. Ada lebih kurang 150 juta generasi emas untuk memimpin bangsa.

“Anak-anak ku mahasiswa/i, kedepan kalian semua adalah pemimpin bangsa. Oleh itu bangunlah cita-cita kalian dari saat ini untuk dapat membangun bangsa. Persiapkan diri kalian. Indonesia itu tetap ada walau langit runtuh,” katanya.

Melalui tema KKN kebangsaan yakni Penerapan falsafah Huma Betang sebagai perwujudan NKRI untuk mendukung mengembangan lumbung pangan menuju kemandirian nasional, diharapkan dapat membangun karakter bangsa bersama semua elemen.

“Baik dibidang wirausaha, politik, budaya, petani dan lainnya. Dengan KKN Kebangsaan ini, beragam perbedaan suku budaya dan bahasa, akan bersatu dalam NKRI. Selesai KKN ini, saya harapkan anak-anak ku bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Ceritakan pengalaman indahnya persatuan ini dalam keragaman di manapun kalian berada,” tutupnya. (Rul)

Berita Terkait