Rektor UPR bangga masyarakat dan tokoh adat Kompak

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia SE.,M.Si yang juga salah satu tokoh kebudayaan, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan suku-suku di Indonesia dalam semangat Pancasila.

Terkhusus terhadap suku di tanah kelahirannya, yakni suku Dayak dengan falsafah Huma Betangnya. Yang mana falsafah tersebut memiliki arti yang sama dengan Bhineka Tunggal Ika.

Begitulah ungkapan Andrie Elia yang disampaikannya usai mengikuti kegiatan Nasional Silaturahmi Masyarakat Dan Tokoh Dayak Nasional pada Senin (11/12/2021) di Jakarta.

“Saya yang ikut mendampingi Presiden MADN, Dr. Drs. Marthin Billa MM menghadiri Kegiatan Silaturahmi Masyarakat dan tokoh Dayak Nasional Di Jakarta. Dalam kegiatan itu saya merasa bangga karena melihat kekompakan Masyarakat Dayak dan tokoh nasional Dayak yang tampak begitu kompak dan bersemangat dalam pertemuan tersebut,” ucapnya dalam pesan WA, Selasa (13/12/2021).

Dalam pidato presiden MADN menjelaskan makna dari silaturahmi nasional tersebut, yakni memperkuat rasa persatuan dan kekeluargaan suku Dayak dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Beragam suku di Indonesia, satu diantaranya adalah Dayak. Dalam keberagaman ini kita bersatu membangun Indonesia,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dialog yang mana menekankan pada sangat pentingnya untuk mempersiapkan diri menyambut Ibu kota Baru Indonesia.

“SDM suku Dayak harus dipersiapkan untuk bersama-sama dalam keberagaman untuk membangun bangsa Indonesia. Terkhusus bagi MADN akan fokus pada peningkatan SDM,” ujarnya.

Andrie Elia yang merupakan akademisi dan dipercaya sebagai Rektor UPR, mengungkapkan dukungan.

“Dunia pendidikan di perguruan tinggi akan sangat mendukung hal tersebut. Sejalan dengan visi dan misi perguruan tinggi UPR dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa,” tutupnya. (Rul)

Berita Terkait