Puasa untuk Kesehatan Manusia

Civitas Akademika UPR Gelar Buka Puasa Bersama

Dekan FK UPR Dr dr H Syamsul Arifin MPd DLP, sewaktu memberikan tausiyah pada kegiatan Buka Puasa Bersama Civitas Akademika UPR, Jumat (17/5/2019).

PALANGKA RAYA – Menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan, ternyata membawa manfaat yang luar bisa bagi kesehatan manusia.

Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya (FK UPR) Dr dr H Syamsul Arifin MPd DLP, dalam tausiyahnya pada kegiatan Buka Puasa Bersama Civitas Akademika UPR, di Aula Rahan, Rektorat UPR, Jumat (17/5/2019) sore.

Dijelaskannya, puasa dengan menahan makan dan minum dari fajar sampai sore hari, sangat menguntungkan sistem pencernaan. Karena puasa dapat mengobati penyakit sistem pencernaan.

“Makna puasa dari ilmu kedokteran berdasarkan durasinya, akan menimbulkan efek-efek positif yang diterima tubuh. Terlebih Indonesia jika dilihat dari durasi puasanya, masuk urutan kedua terlama dari 15 negara di Asia Tenggara, yakni selama 13,25 jam, dan di akhir ramadan selama 13,21 jam,” sebutnya.

Sholat Maghrib berjamaah usai buka puasa bersama Civitas Akademika UPR, Jumat (17/5/2019) sore.

Di sisi lain, secara ilmiah puasa dan kesehatan memiliki hubungan sistem pencernaan istirahat. Sehingga dengan istirahatnya sistem pencernaan, ada beberapa manfaat yang didapatkan.

Manfaat dimaksud, di antaranya secara alamiah akan terjadi proses sel-sel tubuh mengenali sel di sekitarnya, mana yang merupakan sel sampah. Dengan begitu, akan ada regenersi sel-sel baru atau jaringan yang sehat. Karena sel yang rusak dimakan oleh sel yang baik.

“Kedua, proses pemecahan glekogen dalam hati menjadi glukosa sebagai sumber energi saat berpuasa. Kemudian, asam lemak juga dijadikan energi. Sehingga puasa dapat menyehatkan diri, serta menurunkan kadar lemak dalam tubuh,” ungkap Syamsul Arifin.

Tidak itu saja, lanjut Dekan FK UPR ini, puasa juga memelihara kesehatan otak atau menghindari kepikunan. Namun demikian, puasa tidak disarankan bagi semua orang, khususnya penderita diabetas melitus yang tidak terkontrol, darah tinggi, jantung, ginjal, dan lambung.

Dalam rangka menjaga kesehatan, bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa disarankan sahur di akhir waktu dan berbuka di awal waktu. Cara ini untuk memelihara stamina agar tetap terjaga.

Di tempat sama, Rektor UPR Dr Andrie  Elia SE MSi melalui Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr H Suriansyah Murhaimi SH MH menyatakan, kegiatan-kegiatan keagamaan di UPR akan difasilitasi. Termasuk keberadaan masjid di lingkungan UPR, yakni Masjid Shalahuddin, yang selama ini dianggap kurang diperhatikan, akan segera mendapat pembenahan dari sisi sarana dan prasarana (sarpras). (il/red)

Berita Terkait