Rektor UPR : Jangan Bangga Jadi Dosen Killer

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia SE meminta kepada dosen/tenaga kependidikan di universitas tersebut jangan bangga menjadi dosen killer (kejam).

“Dosen harus bangga apabila membuat mahasiswa lulus tepat waktu, apalagi dengan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) tinggi,” kata Andrie ketika menghadiri Workshop Sistem Manajemen Mutu, Fakultas Teknik UPR, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan, lama mahasiswa menempuh pendidikan akan berpengaruh terhadap borang akreditasi. Untuk itu, dosen/tenaga kependidikan harus bisa mentransformasikan ilmu pengetahuannya secara maksimal.

“Dosen harus mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa. Kalau dahulu tenaga pendidik bangga apabila disebut killer. Namun saat ini, kualitas dosen/tenaga kependidikan tercermin dari output,” ucapnya.

Kalau output bagus, tambah Rektor UPR, maka IPK bagus, berarti kulitas dosennya bagus. Jadi kalau dosen memberikan IPK rendah kepada mahasiswa, berarti tercermin kualitas dosennya tidak bagus. Karena tidak bisa mentransformasikan ilmunya kepada mahasiswa.

Imbauan tersebut, tegas Rektor, bukan kritik terhadap dosen/tenaga kependidikan di Fakultas Hukum UPR, namun lebih kepada memberikan semangat agar dapat bekerja maksimal, sehingga menciptakan lulus berkualitas.

“Kalau mahasiswa lulus tepat waktu dan mendapat nilai bagus, berarti itu prestasi dosen. Jangan seperti guru pencak silat. Kalau guru pencak silat tidak dikasih semua ilmunya, karena takut nanti murid mengalahkan guru. Namun hal itu tidak bisa di dunia pendidikan, seharusnya murid harus melebihi guru, apalagi saat ini kita sedang menghadapi era revolusi industri 4.0,” ungkapnya. (yfd/red)

Berita Terkait