UPR Gelar Workshop Pembukaan Prodi

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi beserta para pejabat di lingkungan UPR, berfoto bersama narasumber kegiatan Workshop Pembentukan Sawit Megawati Santoso PHd, Jumat (14/6/2019).

PALANGKA RAYA – Pentingnya Prodi Studi (Prodi) dalam menunjang aktivitas pembelajaran di sebuah Fakultas, Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar Workshop Pembentukan Prodi, di Aula Rahan UPR, Jumat (14/6/2019).

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi saat membuka kegiatan tersebut, mengatakan, keinginan membentuk Prodi Perkebunan Sawit disampaikannya langsung Presiden Joko Widodo pada pertemuan di Istana Negara pada Januari 2019 lalu.

Keinginan Presiden tersebut, didasarkan pada besarnya potensi perkebunan kelapa sawit di Kalteng. Karena hingga saat ini, jumlah perkebunan kelapa sawit yang sudah berproduksi mencapai dua juta hektare lebih.

“Saya langsung yang berbicara dengan Presiden. Terlebih Kalteng, menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah Riau dari bidang perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” ungkapnya.

Tidak itu saja, apabila prodi itu terbentuk, maka UPR menjadi satu-satunya universitas di Indonesia dan dunia yang memiliki Prodi Perkebunan Sawit.

“Bahkan sebagai bentuk keseriusan UPR membentuk Prodi Perkebunan Sawit, saya selaku Rektor telah membentuk Pusat Penelitian Sawit, dan saat ini tengah menyiapakan Laboratorium Sawit,” tukasnya.

Ketua Harian DAD Kalteng ini, menambahkan, hasil produksi dari perkebunan sawit tidak hanya menghasilkan crude palm oil (CPO) saja. Melainkan, dapat menghasilkan produk turunan lainnya yang bernilai ekonomis tinggi.

Di sisi lain, Fakultas Hukum juga didorong untuk membentuk prodi atau jurusan tentang regulasi perkebunan sawit. Tentunya, akan sangat membantu investasi dalam bidang perkebunan kelapa sawit.

“Untuk itu saya ingin, kalau bisa secepatnya ada Prodi Perkebunan Sawit tahun ini. Tujuannya agar dimasukkan dalam perubahan OTK UPR, karena terkait dengan pembiayaan dan dimasukkan dalan DIPA,” tutup Dr Andrie Elia SE MSi. (il/red)

Berita Terkait