Tim PK Dukung UPR Menjadi BLU

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Upaya pengembangan Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) terus dilakukan. Bahkan Tim Pengelolaan Keuangan (PK) BLU UPR yang diketuai Prof Dr I Nyoman Sudyana MSc dan Sekretaris Dr Roby Sambung SE MM telah menyampaikan Usulan Pengajuan PK BLU ke Sesditjen Dikti Ristek disertai dengan empat dokumen naskah yang menjadi persyaratan administratif BLU.

Ketua Tim PK BLU Prof Dr I Nyoman Sudyana MSc mengatakan, dokumen naskah yang menjadi persyaratan administratif BLU dimaksud terdiri atas Pola Tata Kelola yang merinci mengenai sistem tata kelola sebelum dan sesudah BLU, Rencana Strategis Bisnis yang merinci potensi aset yang dimiliki UPR, Standar Pelayanan Minimal yang merinci tentang proses standarisasi Pelayanan Minimal BLU, dan Laporan Keuangan Pokok yang merinci mengenai keuangan UPR, neraca dan prospektif ke depan.

“Tahapan yang sudah dilalui Tim PK BLU UPR adalah melaksanakan berbagai studi banding, menghimpun informasi dan data, serta berkonsultasi atau benchmarking dengan berbagai Perguruan Tinggi yang sudah melaksanakan BLU sebagai referensi, acuan, bahan kaji banding dalam penyusunan Dokumen Naskah BLU UPR. Kemudian, melaksanakan Webinar serta FGD terkait pelaksanaan BLU UPR,” jelas I Nyoman dalam press releasenya, Rabu (19/1/2022).

Pada 17-19 Januari 2022, Tim PK BLU bersama Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi melaksanakan sosialisasi kesiapan UPR menuju Universitas BLU ke seluruh Fakultas, Lembaga, Pascasarjana, UPT dan Laboratorium di lingkungan UPR. Sosialisasi ini untuk mendapatkan saran terkait dengan potensi-potensi dari masing-masing Fakultas, Pascasarjana dan Lembaga serta UPT untuk berkontribusi dalam upaya meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UPR dari kegiatan Tridharma, serta pemanfaatan aset yang dimiliki.

Prof Dr I Nyoman Sudyana MSc (kanan) dan Sekretaris Dr Roby Sambung SE MM (kiri).

“Salah satu sumber pendapatan yang berpotensi memberikan peningkatan PNBP UPR adalah dengan memaksimalkan potensi-potensi aset yang ada, serta memproyeksikan aset lainnya untuk pengembangan unit bisnis dari berbagai layanan yang diberikan UPR. Sebanyak 81 persen PNBP UPR Tahun 2021 diperoleh dari UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa. Sedangkan 10 persen dari Non UKT, dan 9 persen dari jasa layanan lainnya,” kata I Nyoman.

Diungkapkan, berdasarkan hasil proyeksi BLU bahwa ada peningkatan pendapatan PNBP dari jasa layanan lainnya sebesar 38,4 persen bila UPR menjadi Universitas BLU. Jasa layanan lainnya ini diperoleh dari pemanfaatan aset yang dimiliki oleh UPR. Hasil analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan UPR berada pada kuadran I yang mengindikasikan bahwa UPR memiliki kekuatan dan peluang cukup besar sebagai dasar pembuatan strategi bisnis ke depan ketika sudah menjadi BLU. Kondisi bisnis pada kuadran I ini mendukung strategi agresif yaitu memanfaatkan peluang yang ada dengan kekuatan yang dimiliki oleh UPR.

Sementara dari sosialisasi yang telah dilaksanakan, menunjukkan seluruh dekan dan pimpinan lembaga di UPR memberikan dukungan dan semangat agar UPR segera mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk mendapatkan status Satker BLU.

“Kami dari tim BLU UPR yang ditunjuk oleh Rektor untuk mempersiapkan dokumen-dokumen sebagai persyaratan menjadi satker BLU, memberikan apresiasi yang tinggi. Semangat dan komitmen Rektor UPR agar UPR semakin jaya, terbukti dari dukungan kepada tim yang juga dengan bersemangat mampu menyelesaikan dan menyiapkan seluruh dokumen tersebut,” ucap I Nyoman.

Dikatakan, kepemimpinan Rektor UPR Dr Andrie Elia, memberikan bukti kemajuan UPR, serta keberanian untuk menaikkan status UPR menjadi universitas dengan Pengelolaan Keuangan BLU. Kemampuan UPR menjadi BLU sudah diperhitungkan dan diproyeksikan dengan baik, berdasarkan data-data yang telah dianalisis dan disimpulkan oleh tim BLU. (Rul)

Berita Terkait