UPR bersama GGGI melaksanakan Pelatihan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE,M.Si membuka secara resmi kegiatan pelatihan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi dari Green Growth Program, Phase-3 (GGP3-SL) dari Pemerintah RI melalui Kementerian PPN/Bappenas dan GGGI.

Rektor yang di wakili Fengky F. Adji, Ph.D selaku Direktur Kantor Urusan Internasional UPR, serta Hendrik Segah, Ph.D selaku GGGI Provincial Representative Central/South Kalimantan, dilaksanakan di Aula Rahan, Rektorat Universitas Palangka Raya belum lama ini.

Narasumber dan fasilitator pelatihan ini adalah para pegiat/praktisi mumpuni dan pengambil kebijakan terkait KLHS di Indonesia yang berasal dari Ditjen Bangda Kemendagri, KLHK, CCROM IPB, UNMUL, ITB, SEAMEO BIOTROP, KLHS Center dan UPR.

“Sebelumnya telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara UPR dan GGGI oleh Rektor UPR dan Direktur Jenderal GGGI tanggal 1 Maret 2021, yang ditindaklanjuti dengan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) atau Contract Services Agreement/CSA tanggal 23 Mei 2022 yang telah menyepakati 6 (enam) tema/topik program dan kegiatan dalam mendukung program, kebijakan dan target pemerintah terkait pembangunan berkelanjutan dan perencanaan pembangunan rendah emisi di Provinsi Kalimantan Tengah,” ucap Fengky.

Ia mengharapkan, pelatihan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dengan Penguatan Muatan Penurunan Emisi GRK yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 Juli 2022, dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta selama 4 hari ini secara menyeluruh.

“Tentunya dalam membangun pemahaman bersama (common understanding) bagaimana mendiskusikan dan memecahkan permasalahan lingkungan hidup yang sangat penting bagi Indonesia secara umum, dan khususnya di Kalimantan Tengah, dimana sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa mengelola, melestarikan, memanfaatkan, menjaga dan mengamankan sumberdaya tersebut secara bijaksana dengan menerapkan prinsip-prinsip tiga pilar pembangunan, yaitu ”ekonomi, sosial dan lingkungan secara proporsional dan seimbang,” tutupnya. (rul)

Berita Terkait