UPR Gelar Peringatan Hari Pancasila

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Setiap tanggal 1 Juni, Bangsa Indonesia memperingati sebagai hari Kelahiran Pancasila. Peringatan tersebut memiliki makna, Pancasila sebagai nilai-nilai luhur dan menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia dalam keberagaman.

Inilah yang menjadi penegasan yang disampaikan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, SE,MSi dalam kegiatan peringatan Hari Pancasila yang digelar melalui daring dan luring di Aula Rahan Rektorat kemarin.

Sebagai Inspektur dalam kegiatan tersebut, rektor kembali menceritakan sejarah Lahirnya Pancasila dalam sejarah kemerdekaan bangsa.

“Bahwa sebelum ditetapkan sebagai ideologi bangsa dan negara, melalui Panitia Sembilan yang dibentuk Ketua Badan Penyelidik Usaha – Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Pancasila sempat mengalami sejumlah perubahan,” ucapnya.

Lanjutnya bahwa pada saat itu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, bahwa  perumusan Pancasila bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah.

“Ada proses dan tahapan panjang sebelum sebagai dasar daripada Ideologi bangsa dan negara Indonesia. Semua tercatat secara otentik dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, kita jangan sampai melupakan cerita tersebut,” kata Andrie.

Dilanjutkannya lagi, melalui keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) nomor : II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancaraka, 5 asas yang terdapat dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 bulir pengamalan, dimana hal tersebut menjadi pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri seluruh unsur pimpinan dan seluruh civitas akademika. Mereka mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah. “Inilah bukti dari Kebhineka Tunggal Ika dalam Pancasila. Walau beragam suku, agama, bahasa tetapi kita tetap satu dalam bingkai Pancasila,” ucapnya.

Dengan mengetahui sejarah lahirnya Pancasila, ujar Andrie Elia maka kita sebagai warga negara akan selalu bangga dan terus mengobarkan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Terlebih lagi kepada mahasiswa dan mahasiswi dengan istilah kaum terpelajar, maka harus tuntas mempelajari sejarah. Karena kalian (Mahasiswa) adalah penerus perjuangan. Dengan menjadikan Pancasila seperti darah yang mengalir didalam tubuh dan jiwa kita semua sebagai warga negara indonesia,” katanya.

Rektor juga menyampaikan, ditengah tantangan era globalisasi bahkan ditengah pandemi Covid-19, diharapkan  nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai luhur dan nilai-nilai Pancasila jangan sampai pudar.

“Karena ini akan menjadi salah satu dasar dalam memperkuat dan memperkokoh bangsa Indonesia, ditambah lagi adanya rasa persatuan dan kesatuan mulai dari Sabang sampai Merauke, saya yakin Indonesia akan terus maju. Selamat Hari Lahir Pancasila,” katanya. (Rul)

Berita Terkait